PLN Enjiniring Pacu Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional
PLN Enjiniring terus memacu keandalan sistem kelistrikan nasional melalui komitmen transformasi engineering dan penguatan infrastruktur energi secara menyeluruh. Langkah strategis ini memperkokoh peran perusahaan sebagai mitra utama dalam pembangunan ketenagalistrikan nasional sekaligus mendukung akselerasi agenda transisi energi di Indonesia.
"Transformasi yang kami lakukan menyentuh struktur organisasi, cara bekerja melalui digitalisasi serta penguatan budaya perusahaan. Paling utama adalah pengembangan people melalui capacity building dan strategic partnership, karena kami meyakini talenta unggul adalah fondasi utama keberhasilan transformasi," ujar Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga:PLN EPI-Kemendes PDT Perkuat Kolaborasi Dorong Pencapaian Target NZE
Transformasi tersebut mencakup penyelarasan struktur organisasi agar lebih agile dan responsif terhadap dinamika kebutuhan proyek strategis nasional. Selain itu, perusahaan secara konsisten menerapkan digitalisasi proses engineering berbasis data untuk memastikan peningkatan kualitas, kecepatan, serta akurasi dalam setiap penyelesaian proyek ketenagalistrikan.
Guna menjaga konsistensi kinerja jangka panjang, PLN Enjiniring menjadikan penguatan budaya kerja kolaboratif dan profesional sebagai fondasi utama. Upaya ini dibarengi dengan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis bersama institusi pendidikan, mitra global, hingga pelaku industri terkemuka.Baca Juga:Dorong Ekonomi Pesisir, PLN EPI Gelar Pelatihan UMKM Pantai Bagek Kembar
Atas capaian tersebut, dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026, PLN Enjiniring berhasil menunjukkan kepemimpinan visioner. Salah satu dewan juri, Prof. Martani Huseini menekankan pentingnya kompetensi teknik dalam pembangunan.
"Transformasi di sektor energi membutuhkan kepemimpinan visioner dan kompetensi engineering yang kuat. PLN Enjiniring menunjukkan keduanya dalam mendukung pembangunan nasional," ujarnya.
Penilaian dalam ajang tersebut dilakukan secara independen oleh para pakar berdasarkan lima kriteria utama, yakni prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, serta kontribusi terhadap pembangunan nasional.










