Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Terkait AI Meningkat Jelang Laporan Keuangan Alphabet

Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Terkait AI Meningkat Jelang Laporan Keuangan Alphabet

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 Februari 2026 - 06:34
share

IDXChannel - Wall Street ditutup melemah pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat, seiring kekhawatiran investor bahwa AI akan menciptakan lebih banyak persaingan bagi perusahaan perangkat lunak. Kekhawatiran ini muncul menjelang laporan kinerja kuartalan Alphabet dan Amazon akhir pekan ini.

Melansir Investing, indeks S&P 500 turun 0,84 persen ke 6.917,81. Nasdaq turun 1,43 persen ke 23.255,19. Dow Jones turun 0,34 persen ke 49.240,99.

Raksasa AI Nvidia dan Microsoft masing-masing turun hampir 3 persen. Alphabet turun 1,2 persen menjelang rilis laporan pada Rabu, sementara Amazon melemah 1,8 persen menjelang laporannya pada Kamis.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor menjadi lebih selektif terhadap saham bertema AI, dengan fokus pada perusahaan yang benar-benar mampu menghasilkan imbal hasil nyata dari investasi besar mereka di teknologi ini.

Perhatian Wall Street pada Selasa beralih ke perusahaan teknologi yang berpotensi menghadapi persaingan lebih ketat dan margin keuntungan lebih rendah akibat AI. Salah satu pemicunya adalah peluncuran alat hukum oleh Anthropic untuk chatbot AI-nya, Claude.

Salesforce, Datadog, dan Adobe masing-masing anjlok sekitar 7 persen. Synopsys dan Atlassian turun sekitar 8 persen, sementara Intuit merosot 11 persen. Sebaliknya, perusahaan data AI Palantir melawan arus dengan melonjak hampir 7 persen setelah merilis kinerja kuartalan yang kuat pada Senin malam.

Saham kesehatan juga tertekan setelah produsen Wegovy, Novo Nordisk, memperingatkan potensi penurunan tajam penjualan tahunan. Sahamnya di AS anjlok hampir 15 persen. Pesaingnya, Eli Lilly, turun 3,9 persen, sementara pembuat obat obesitas Structure Therapeutics turun 6,75 persen.

Walmart naik sekitar 3 persen dan menjadi peritel fisik pertama yang mencapai valuasi pasar USD1 triliun.

Meski S&P 500 ditutup turun, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibanding yang turun dengan rasio 1,2 banding 1.

Secara tahun berjalan 2026, S&P 500 naik sekitar 1 persen, sementara Nasdaq masih datar.

Volume perdagangan di bursa AS tergolong tinggi, yaitu 23,5 miliar saham, dibanding rata-rata 19,6 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

BANJIR LAPORAN LABA

Sekitar seperempat perusahaan di S&P 500 dijadwalkan melaporkan kinerja minggu ini. Analis memperkirakan pertumbuhan laba hampir 11 persen pada kuartal keempat, naik dari estimasi sekitar 9 persen di awal Januari, menurut data LSEG.

Pfizer turun 3,3 persen meski laba kuartal keempat melampaui ekspektasi. Merck naik 2,2 persen setelah laporan keuangannya.

PepsiCo melonjak 4,9 persen setelah mengumumkan penurunan harga untuk merek utama seperti Lay’s dan Doritos.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik