Tahun Baru 2026, Akurasi Data Jadi Fokus Penyaluran Bansos
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat data penerima bantuan sosial (bansos) pada tahun baru 2026. Sebab, akurasi data menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), selama satu tahun terakhir, pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan pemutakhiran data melalui kolaborasi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah (Pemda).
Pemutakhiran data dilakukan setiap tiga bulan melalui jalur formal berjenjang, mulai dari RT dan RW, kelurahan atau desa, hingga Pemda, sebelum diolah oleh BPS.
Selain itu, Kemensos juga membuka jalur partisipasi publik melalui aplikasi Cek Bansos, layanan call center 021-171 yang beroperasi 24 jam, serta layanan WhatsApp yang akan dibuka awal Januari mendatang.
“Semakin banyak saluran yang kita buka, makin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi dan kita harapkan kalau ini konsisten dilakukan, kita yakin akan mendapatkan data yang lebih akurat,” kata Gus Ipul, Kamis (1/1/2026).
Pencairan BLT Kesra
Sementara itu, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) telah dilakukan hingga pukul 24.00 tanggal 31 Desember 2025, termasuk di seluruh wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga akhir Desember 2025, data penerima manfaat yang telah terverifikasi mencapai lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran BLTS dilakukan secara bertahap melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
“Yang lewat PT Pos itu sebesar 18 juta keluarga penerima manfaat, sisanya sekitar 17 juta itu disalurkan lewat Himbara. Ini terus bekerja, hari libur pun PT Pos berusaha untuk terus menyalurkan selama dua bulan terakhir ini dan sampai sekarang ini terus berlangsung sampai nanti malam,” kata Gus Ipul.










