Clarissa Tanoesoedibjo Dampingi Anindya Bakrie Buka Sidang Pleno Rapimnas Kadin Indonesia 2025

Clarissa Tanoesoedibjo Dampingi Anindya Bakrie Buka Sidang Pleno Rapimnas Kadin Indonesia 2025

Ekonomi | okezone | Selasa, 2 Desember 2025 - 12:23
share

JAKARTA - Sidang Pleno Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia digelar di Park Hyatt Jakarta, Kamis (2/11/2025). Pembukaan Sidang Pleno dilakukan oleh Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, yang juga didampingi oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Komunikasi dan Digital sekaligus Ketua Organizing Committee Clarissa Tanoesoedibjo.

Untuk diketahui, sidang pertama menetapkan quorum, jadwal acara, tata tertib, laporan Ketua Dewan Usaha Kadin Indonesia, laporan Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, laporan, Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, penyerahan laporan kegiatan 2025 dan rencana program 202, dan laporan Ketua Umum Kadin Indonesia.

Untuk diketahui, Rapimnas Kadin 2025 secara keseluruhan dilangsungkan pada tanggal 1-2 Desember. Rapimnas tahun ini bukan hanya menjadi forum konsolidasi, tetapi juga wadah untuk menyebarkan optimisme di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Anindya menuturkan bahwa dunia usaha harus tetap solid dan bekerja erat bersama pemerintah. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperluas lapangan kerja, yang menjadi fokus utama Kadin pada tahun 2025.

“Jadi kita ingin menyebar optimisme. Optimisme di tengah tantangan yang begitu banyak, baik global maupun domestik, untuk bergotong-royong memperluas lapangan kerja. Karena ujungnya itulah yang bisa meningkatkan perekonomian ke 5, 6, 7 dan 8,” ujar Anindya.

Dia menekankan bahwa segala upaya yang dilakukan Kadin bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan cara yang mandiri. Menurutnya, dunia usaha saat ini memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

 

“Untuk teman-teman yang menjadi anggota Kadin, kita mesti berbangga karena kita mempunyai kesempatan untuk berkontribusi sangat besar, dan sangat dibutuhkan pada saat ini,” lanjutnya.

Dalam paparannya, Anindya juga menjelaskan struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terdiri dari konsumsi domestik, belanja pemerintah, investasi dan perdagangan. Di mana konsumsi domestik mencapai 57, sementara investasi berkontribusi 28.

"Jadi dua hal ini saja sudah 85. Ini ada di pundak kita semua. Nah bagaimana kita menggerakkan bersama pemerintah, inilah esensi daripada hari ini," kata Anindya.

Dia menambahkan peran dunia usaha berjalan beriringan dengan pemerintah, diibaratkan sebagai dua kuda penarik gerbong ekonomi Indonesia. Pemerintah menjadi kuda pertama melalui kebijakan, sementara dunia usaha menjadi kuda kedua sebagai penggerak aktivitas ekonomi.

“Tentu 15 terakhir baik dari sisi belanja modal pemerintah maupun perdagangan tetap sangat penting karena ini yang memulai mesin ekonomi berjalan,” jelasnya.

Di sisi lain, Anindya menegaskan bahwa Kadin memiliki tugas memastikan kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan hingga tingkat daerah. 

Dia mengakui bahwa sebagian kebijakan sudah berjalan efektif, namun beberapa lainnya masih membutuhkan sosialisasi dan pendampingan.

“Tugas Kadin juga di sini adalah memastikan turunan dari kebijakan di atas itu sampai ke daerah,” tutupnya.

Topik Menarik