Bank Nobu Gelar Symposium Perumahan, Dorong Sinergi Pemerintah, Swasta dan Perbankan

Bank Nobu Gelar Symposium Perumahan, Dorong Sinergi Pemerintah, Swasta dan Perbankan

Ekonomi | sindonews | Senin, 15 September 2025 - 21:15
share

Bank Nobu bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Real Estat Indonesia (REI), serta sejumlah asosiasi pengembang dan industri bahan bangunan akan menggelar Symposium Perumahan pada Selasa (16/9), di Balai Sarbini, Jakarta.

Acara yang berlangsung pukul 18.30–20.00 WIB itu akan menghadirkan lebih dari 800 pelaku utama lintas sektor perumahan, properti, konstruksi, material bangunan, perbankan, hingga jasa terkait. Kehadiran mereka dinilai mencerminkan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, sebelumnya menyebut pembangunan perumahan tidak hanya sebatas bisnis, tetapi juga misi sosial dan kebangsaan. "Melalui skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, jutaan keluarga dapat memperoleh akses hunian layak sekaligus menciptakan lapangan kerja baru," kata dia.

Baca Juga:Skema KUR Baru, Pengembang Kecil Bisa Utang hingga Rp20 Miliar

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait, menekankan perlunya kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan. Ia menyebut kerja sama ini krusial untuk memastikan akses perumahan yang merata bagi masyarakat, sembari menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat.Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya dapat dicapai melalui penggerak sektor dengan efek berganda besar, salah satunya perumahan. "Inovasi pembiayaan seperti KUR Perumahan menjadi kunci percepatan pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi," ujarnya.

Senada, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan sektor perumahan, konstruksi, dan bahan bangunan menciptakan rantai usaha luas yang berpotensi memperkuat daya saing Indonesia. “Dukungan pembiayaan yang tepat akan membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan produktivitas nasional,” katanya.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, mendorong dunia usaha agar berperan aktif dalam mendukung program KUR Perumahan. Menurutnya, partisipasi pengusaha bukan semata peluang bisnis, tetapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Koordinasi KADIN Indonesia, James T. Riady, menilai program ini sebagai momentum emas untuk membangun gotong royong. “Pemerintah menyiapkan fasilitas, dunia usaha menghadirkan inovasi, dan masyarakat mendapatkan hunian layak,” ucapnya.

Baca Juga:KUR Punya Skema Baru: Ada Tebu Rakyat, Perumahan, hingga Pekerja MigranDirektur Utama Bank Nobu, Suhaimin Johan, menegaskan komitmen perbankan dalam menghadirkan solusi pembiayaan inklusif, mulai dari subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Progresif, hingga KUR Perumahan. Program tersebut diyakini dapat memperluas pasar, memperkuat usaha kecil, serta menopang perekonomian nasional dari akar rumput hingga pusat.

Bank Nobu dalam kegiatan ini juga memperkenalkan tiga program unggulan bertajuk Warisan Bangsa, yaitu KPR Progresif untuk masyarakat modern, FLPP Perumahan Subsidi bagi kelompok berpenghasilan rendah, dan KUR Perumahan yang menyasar pengembang, kontraktor, UMKM, serta industri pendukung. Skema ini diharapkan memperluas akses hunian sekaligus menjadi pengungkit rantai pasok nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Topik Menarik