Perkuat Modal, MSIN Kantongi Persetujuan Private Placement Maksimal 10 Saham
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) resmi mendapat persetujuan pemegang saham independen untuk melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement. Persetujuan ini diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di iNews Tower, Jakarta, Senin (15/9).
"Dengan ini, maka pemegang saham independen sepakat menyetujui mata acara pertama terkait persetujuan penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu," ujar Komisaris Independen MSIN, Andry Wisnu Triyudanto.
Baca Juga:RUPSLB MSIN, Angela Tanoesoedibjo Resmi Jabat Direktur Utama
Sesuai prospektus, MSIN berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,07 miliar saham baru atau setara 10 dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Periode efektif pelaksanaan berlaku mulai 7 Oktober 2025 hingga 14 September 2027. Dana hasil private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan menjadi cadangan modal kerja.
Hingga semester I-2025, MSIN menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang solid mencapai Rp1,87 triliun, meningkat 15 secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari konten, IP, dan lainnya mencapai Rp921 miliar, mencerminkan peningkatan 4 yoy. Ini didorong oleh permintaan yang tinggi atas portofolio konten MSIN yang berjumlah lebih dari 300.000 jam. Pendapatan periklanan naik 5 persen yoy menjadi Rp684 miliar pada Semester I-2025, dibandingkan dengan Rp654 miliar pada Semester I-2024.
Baca Juga:Kinerja Tumbuh Solid, MSIN Catat Pendapatan Rp1,87 Triliun di Semester I-2025
Pertumbuhan ini didorong platform AVOD OTT milik Perseroan, RCTI+, yang menghasilkan kinerja operasional yang kuat dan peningkatan engagement pengguna. Sementara itu, pendapatan berlangganan MSIN melonjak 24 yoy pada semester pertama 2025, mencapai Rp398 miliar. Ini didukung oleh layanan OTT SVOD MSIN, Vision+, yang terus memperluas basis penggunanya, yang kini mencapai 4,1 juta pelanggan.







