Tolak Beli Minyak AS, India Pilih Impor dari Timteng dan Afrika Barat
Perusahaan minyak negara India, Indian Oil Corporation (IOC), tidak memasukkan minyak mentah asal Amerika Serikat (AS) dalam tender terbarunya. Sebagai gantinya, IOC membeli 2 juta barel minyak dari Afrika Barat dan 1 juta barel dari Timur Tengah, menurut laporan Reuters, dikutip Senin (8/9).
IOC tercatat membeli masing-masing 1 juta barel minyak jenis Agbami dan Usan dari Nigeria melalui TotalEnergies, serta 1 juta barel minyak jenis Das dari Abu Dhabi melalui Shell. Minyak Nigeria dibeli dengan skema free-on-board, sedangkan minyak Das dibeli dengan skema delivered untuk tiba di pelabuhan India pada akhir Oktober hingga awal November.
Baca Juga:Trump Desak Eropa Hentikan Impor Minyak Rusia, Perketat Sanksi ke China
Keputusan ini berbeda dari tender sebelumnya pekan lalu, ketika IOC justru membeli 5 juta barel minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) dari AS. Dalam beberapa bulan terakhir, pembelian minyak AS oleh India sempat meningkat berkat peluang arbitrase harga yang menguntungkan. Selain itu, impor minyak dari AS juga dinilai membantu mengurangi surplus perdagangan India dengan Washington.
Namun, harga minyak mentah AS relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis minyak lain, meski selisih harga Brent-WTI hanya sekitar USD4 per barel. Kondisi ini membuat India mempertimbangkan opsi lebih murah dari pasar lain, termasuk Afrika Barat dan Timur Tengah.Data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah turun 2,4 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Agustus, lebih besar dari perkiraan penurunan 1,9 juta barel. Penurunan stok itu mencerminkan tingginya permintaan menjelang libur panjang Hari Buruh, meski harga minyak global masih menghadapi tekanan teknis.
Baca Juga:2 Negara Tetangga Indonesia Ajukan Keanggotaan BRICS Pekan Ini, Siapa Mereka?
Di sisi lain, faktor geopolitik ikut memengaruhi pasar. Presiden AS Donald Trump pada 27 Agustus menggandakan tarif impor India hingga 50 persen, menambah tekanan terhadap New Delhi agar menghentikan pembelian minyak dari Rusia.
Sementara, data Kementerian Perminyakan India menunjukkan impor minyak mentah negara tersebut turun 8,7 persen pada Juli menjadi 18,56 juta ton metrik, terendah sejak Februari 2024. Secara tahunan, penurunan tercatat 4,3 persen dari 19,40 juta ton pada Juli tahun lalu. Impor produk minyak juga menyusut 12,8 persen menjadi 4,31 juta ton, sementara ekspor produk kilang turun 2,1 persen menjadi 5,02 juta ton.










