BSI dan Prudential Syariah Kolaborasi Perluas Akses Proteksi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat kemitraan strategis dengan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melalui layanan bancassurance guna memperluas akses masyarakat terhadap solusi proteksi berbasis syariah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Wakil Presiden Direktur BSI, Bob Tyasika Ananta, mengatakan sinergi ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang komprehensif bagi masyarakat. "BSI hadir sebagai one stop solution untuk layanan keuangan syariah, termasuk perlindungan jiwa dan kesehatan. Kolaborasi ini juga mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," ujar dia dalam pernyataannya, Sabtu (2/8).
Baca Juga:Profil Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru BSI yang Sebelumnya Pimpin BPJS Ketenagakerjaan
Dengan basis lebih dari 21 juta nasabah dan jaringan lebih dari 1.000 kantor cabang di seluruh Indonesia, BSI diyakini dapat memperluas jangkauan produk-produk perlindungan dari Prudential Syariah, seperti asuransi jiwa, kesehatan, serta perlindungan perjalanan ibadah haji dan umrah melalui produk PRUSafar.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menuturkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat akan proteksi berbasis nilai-nilai syariah. "Dengan kolaborasi ini, kami ingin memperluas layanan kami sekaligus membangun kepercayaan yang lebih kuat kepada masyarakat," katanya.
Iskandar menambahkan bahwa Prudential adalah perusahaan asuransi global pertama yang mendirikan entitas asuransi jiwa syariah mandiri di Indonesia. Sejak 2022, Prudential Syariah fokus menyediakan solusi perlindungan yang sesuai prinsip syariah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:Prudential Permudah Akses Asuransi Melalui Inovasi Teknologi
Kanal bancassurance menjadi salah satu pilar utama strategi pertumbuhan Prudential Syariah. Pada semester I-2025, kanal ini berkontribusi sebesar 39 persen dari total premi industri asuransi jiwa nasional, menjadikannya jalur distribusi terbesar dalam sektor tersebut.
Di sisi lain, tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah, yakni hanya 13,41 persen, jauh di bawah indeks literasinya yang telah mencapai 43,42 persen. Kolaborasi BSI dan Prudential Syariah melalui bancassurance dinilai menjadi cara efektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Selain memperluas akses, kemitraan ini juga dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dan industri halal global. Dengan sinergi dua pemimpin industri, diharapkan lebih banyak masyarakat mendapatkan layanan perlindungan yang relevan dan mudah diakses.









