Proyeksi Harga Emas Pekan ini, Ritel Kembali Optimistis?
IDXChannel - Harga emas melemah pekan lalu di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus berlanjut.
Harga emas spot (XAU/USD) mencatat penurunan 0,17 persen selama sepekan belakangan, ditutup di USD3.350,09 per ons troi pada Jumat (18/7/2025).
“Di pasar logam mulia, terjadi kenaikan secara menyeluruh berkat pelemahan dolar,” kata analis Marex, Edward Meir, dikutip Reuters.
“Kekhawatiran seputar pertumbuhan utang AS dan perkembangan kebijakan tarif kemungkinan terus menjaga minat pasar terhadap emas, dan sejauh ini harga dasar emas tampak cukup kuat,” ujar Analis Logam Mulia dari Standard Chartered Bank, Suki Cooper.
Proyeksi Pekan Ini
Harga emas diperkirakan melanjutkan penguatannya dalam sepekan ke depan, meskipun analis pasar masih terbagi antara prospek bullish dan netral.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan 53 persen analis Wall Street memperkirakan harga emas naik, sementara 40 persen memilih netral, dan hanya 7 persen yang bersikap bearish. Di kalangan investor ritel, 62 persen dari 223 responden optimistis harga emas akan menguat.
Sentimen bullish masih ditopang ketidakpastian global dan ekspektasi arah kebijakan The Fed. “Tidak ada yang berubah. Ketidakpastian tetap mendominasi. Sementara itu, pertemuan FOMC berikutnya kian mendekat, dan pasar belum melihat potensi perubahan suku bunga hingga paling cepat Oktober,” ujar analis Barchart.com, Darin Newsom.
Meski demikian, analis Commerzbank menilai reli harga emas mulai kehilangan tenaga. Mereka mencatat, meski dolar AS sempat melemah tajam terhadap euro, emas tetap tertahan di bawah USD3.400 per ons troi. Lonjakan harga pada logam mulia lain seperti perak dan platinum disebut sebagai tanda investor mulai mencari alternatif.
Namun analis lain tetap optimis. “Ada banyak faktor pendukung, mulai dari ketegangan geopolitik, tren pelemahan dolar AS, hingga ketidakpastian seputar masa depan Ketua The Fed,” ujar analis Asset Strategies International, Rich Checkan. Hal senada disampaikan analis Forex.com, James Stanley, yang melihat respons teknikal kuat emas pada zona support.
Sementara itu, analis Adrian Day Asset Management Adrian Day memperkirakan The Fed masih enggan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. “Jerome Powell tampaknya masih menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga, setidaknya karena tiga alasan utama,” kata dia, sembari menyoroti kekhawatiran atas ketidakpastian ekonomi.
Pekan ini, perhatian pasar juga akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) dan sejumlah data ekonomi penting, termasuk penjualan rumah di AS, klaim pengangguran, serta data manufaktur dan durable goods.
Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato pada Selasa, yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan bank sentral ke depan. (Aldo Fernando)










