Tarif Trump Mulai Menggigit Konsumen AS, Mobil Ford dan Boneka Barbie Bakal Naik Harga
Produsen boneke Barbie yakni Mattel mengatakan, bakal menaikkan harga beberapa mainannya di Amerika Serikat (AS) karena tarif Presiden Donald Trump meningkatkan biaya produksi. Perusahaan juga mengutarakan akan memangkas jumlah produk yang dibuatnya di China untuk pasar Amerika.
Pada saat yang sama, raksasa pembuat mobil Ford mengutarakan pungutan impor akan menelan biaya sekitar USD1,5 miliar pada tahun ini. Ford dan Mattel bergabung dalam daftar perusahaan raksasa yang memperingatkan tentang dampak tarif AS ke bisnis mereka dan ekonomi secara lebih luas.
"Mengingat kondisi makroekonomi yang bergejolak dan pergerakan tarif AS, sulit untuk memprediksi pengeluaran konsumen, dan penjualan Mattel AS di sisa tahun dan musim liburan," kata Mattel terkait kinerja keuangannya.
AS menyumbang sekitar setengah dari penjualan mainan yang dibuat Mattel secara global. Produsen mainan ini juga mengimpor sekitar 20 barang-barangnya dari China. Perusahaan mengaku, bakal mengurangi impor China ke AS menjadi di bawah 15 pada tahun depan.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump telah mengenakan pajak impor hingga 145 pada barang-barang dari China. Pemerintahannya mengatakan, bahwa ketika tarif baru ditambahkan, pungutan pada beberapa produk asal China bisa mencapai 245.
Aksi AS langsung dibalas China dengan pajak 125 untuk produk dari Negeri Paman Sam -julukan AS-. Selain China, Mattel juga mengimpor beberapa produk – termasuk boneka Barbie dan mobil Hot Wheels – dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Ketiga negara itu juga tidak lepas dari tarif tinggi Trump pada bulan April, sebelum diberi dijeda selama 90 hari. Pekan lalu, Trump mengakui potensi dampak dari kebijakan tarif. Anak-anak Amerika mungkin hanya "memiliki dua boneka, bukan 30 boneka", katanya, akan tetapi Ia menambahkan, China bakal lebih menderita daripada AS.
Produsen Mobil
Sementara itu produsen mobil, Ford mengatakan pihaknya memperkirakan tarif bakal menambah biaya secara keseluruhan mencapai USD2,5 miliar. Terutama diakibatkan karena peningkatan biaya impor dari Meksiko dan China.Tetapi perusahaan mengaku berhasil menguranginya sekitar USD1 miliar dari biaya tambahan itu dengan melakukan berbagai langkah, termasuk mengangkut kendaraan dari Meksiko ke Kanada untuk menghindari tarif AS.
Perusahaan juga menangguhkan proyeksi pendapatan tahunannya kepada investor karena ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Trump.
Pada bulan April, perusahaan-perusahaan besar termasuk raksasa teknologi Intel, produsen sepatu dan alat-alat olahraga yaitu Adidas dan Skechers, dan grup barang konsumen Procter & Gamble merinci dampak tarif pada bisnis mereka.
"Kebijakan perdagangan di AS dan sekitarnya, serta risiko peraturan, telah meningkatkan kemungkinan perlambatan ekonomi dengan kemungkinan resesi yang semakin besar," kata Chief Financial Officer Intel, David Zinsner kepada investor.
Sedangkan raksasa pembuat peralatan olahraga Adidas, memperingatkan tarif akan menyebabkan kenaikan harga untuk beberapa produk sepatu yang populer seperti Gazelle dan Samba.
Direktur keuangan Skechers, David Weinberg mengungkapkan, kepada investor: "Lingkungan saat ini terlalu dinamis untuk merencanakan hasil dengan jaminan kesuksesan yang masuk akal."
Dan Procter & Gamble – yang membuat deterjen Ariel, sampo Head & Shoulders dan produk cukur Gillette – mengatakan, sedang mempertimbangkan perubahan harga untuk menutupi biaya tambahan dari bahan-bahan impor asal China dan tempat-tempat lain.










