Maruarar hingga Erick Thohir Rapat di Kantor Sri Mulyani Sore Ini, Bahas Apa?

Maruarar hingga Erick Thohir Rapat di Kantor Sri Mulyani Sore Ini, Bahas Apa?

Ekonomi | inews | Kamis, 20 Februari 2025 - 12:31
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan menggelar rapat, Kamis (20/2/2025) sore ini. Rapat digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Rapat dilakukan untuk membahas rencana BI terkait relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) untuk mendukung program 3 juta rumah yang sampai saat ini sudah menghasilkan tim teknis yang dipimpin oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Menurut Maruarar atau Ara, rapat akan berlangsung pukul 16.00 WIB. Dia berjanji akan mengungkap detail teknis terkait program 3 juta rumah, termasuk juga tim teknis yang nantinya berisi perwakilan dari Kementerian BUMN dan PKP untuk membantu program tersebut.

"Kami akan bertemu lagi jam 4 sore di sini (kantor Kemenkeu)," kata Ara, dikutip Kamis (20/2/2025).

Ara menekankan agar program 3 juta rumah bisa berjalan dengan tepat sasaran dan berkualitas. Menurutnya, hal tersebut sudah diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pihaknya bakal bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) untuk bisa mengidentifikasi kriteria penerima program sesuai nama dan alamatnya.

Langkah ini menurutnya perlu diambil sebagai upaya validasi bahwa penerima program 3 juta rumah benar-benar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Makanya saya selalu minta sama BPS dan Bappenas bisa memberikan kriteria MBR supaya tepat sasaran, by name, by address. Dengan begitu bisa langsung dieksekusi dengan tepat. Tidak ada lagi yang tidak tepat sasaran," katanya.

Selain memastikan program berjalan tepat sasaran, Ara juga menekankan agar rumah yang dibangun punya kualitas yang baik. Menurutnya, Prabowo ingin rumah dengan mutu yang terjamin.

"Presiden meminta betul kualitas rumah rakyat, rumah subsidi harus tetap berkualitas. Rumah yang banjir, retak-retak belum 10 tahun itu tidak boleh terjadi lagi," ujar dia.

Topik Menarik