Perusahaan Malaysia Bakal Investasi Rp16,46 Triliun untuk Proyek Energi Bersih di China dan RI

Perusahaan Malaysia Bakal Investasi Rp16,46 Triliun untuk Proyek Energi Bersih di China dan RI

Ekonomi | inews | Sabtu, 22 Juni 2024 - 05:15
share

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perusahaan milik miliarder Malaysia Lim Kok Thay, Genting Bhd menyampaikan rencana investasi lebih dari 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,46 triliun untuk proyek energi bersih di China dan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat transisi energi dari batu bara.

Mengutip Forbes , di Indonesia Genting memiliki perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, Genting Oil & Gas dan anak perusahaan tidak langsung, PT Layar Nusantara Gas menandatangani kontrak senilai 962,8 juta dolar AS dengan Wison New Energies yang berbasis di Shanghai untuk pembangunan fasilitas gas alam cair terapung (FLNG) yang dapat memproses hingga 1,2 juta metrik ton per tahun.

"Biaya proyek mungkin melebihi 1 miliar dolar AS, termasuk biaya tambahan sebesar 70 juta dolar AS," ucap manajemen Genting dalam sebuah pernyataan.

Adapun, fasilitas yang akan dibangun di galangan Kapal Wison ini diharapkan rampung pada kuartal II 2026 dan akan ditarik ke tujuan akhirnya di Papua Barat, Indonesia, di mana fasilitas tersebut akan memproses gas yang dihasilkan dari Blok Kasuri. Pemerintah Indonesia telah setuju untuk memasok 230 juta standar kaki kubik gas per hari ke FLNG selama 18 tahun.

Genting menyampaikan bahwa pihaknya akan mendanai proyek di Indonesia menggunakan uang tunai yang dihasilkan secara internal serta pembiayaan proyek dari sekelompok pemberi pinjaman China dan internasional.

Secara terpisah, Genting menyampaikan bahwa unit bisnisnya, Genting MZW setuju untuk membeli 49 persen Pembangkit Listrik Tenaga Gas SDIC Jineng (ZhouShan) China yang sedang membangun dua pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 754 megawatt di Provinsi Zhejiang seharga 14 juta dolar AS.

Perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur ini juga akan menginvestasikan tambahan 46 juta dolar AS untuk mendanai proyek tersebut. Diharapkan proyek tersebut mulai beroperasi secara komersial tahun depan.

Sebagai informasi, Genting memiliki kapasitas pembangkit listrik terpasang bruto lebih dari 3.500 megawatt, yang akan meningkat menjadi 5.000 megawatt setelah akuisisi.

Pemerintah telah meningkatkan investasi pada energi terbarukan dengan investasi baru-baru ini pada pembangkit listrik tenaga angin di India dan pembangkit listrik tenaga surya di China. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transisi dari batu bara ke energi ramah lingkungan.

Topik Menarik