Kisah Sukses Prajogo Pangestu, Dulu Sopir Angkot Kini Orang Terkaya Punya Harta Rp1.128 Triliun

Kisah Sukses Prajogo Pangestu, Dulu Sopir Angkot Kini Orang Terkaya Punya Harta Rp1.128 Triliun

Ekonomi | semarang.inews.id | Rabu, 22 Mei 2024 - 09:20
share

JAKARTA, iNewsSemarang.id Kisah sukses Prajogo Pangestu menarik diulas. Sebelum menjadi orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu ternyata pernah berprofesi menjadi sopir angkot.

Prajogo Pangestu saat ini telah memiliki harta USD70,6 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun (kurs 15,978 per USD).

Dia juga merupakan orang pertama di Indonesia yang memiliki catatan lonjakan kenaikan hingga lebih dari Rp1.000 triliun. Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke 23 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2024 dengan kekayaan mencapai Rp1.128 triliun.

Prajogo Pangestu lahir pada 13 Mei 1944 di Kalimantan Barat dengan nama asli Phang Djoen Phen. Awal karier dari Prajogo Pangestu tidaklah mudah. Prajogo Pangestu sendiri merupakan anak dari seorang pedagang karet asal Kalimantan.

Hanya dapat menempuh sekolah sampai pada bangku sekolah menengah pertama (SMP), Prajogo Pangestu bekerja sebagai sopir angkot untuk menyambung hidup.

Prajogo Pangestu memiliki tekad untuk mengubah nasib dari keluarganya. Ditengah himpitan ekonomi yang membuatnya terpaksa untuk merantau ke Jakarta pada tahun 1960.

Di Ibu Kota, mengadu nasib tidaklah semudah yang dibayangkan. Prajogo Pangestu yang tidak juga mendapatkan pekerjaan di Jakarta pun kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan menjadi sopir angkot.

Prajogo Pangestu pada tahun 1969 bertemu dengan seorang pengusaha kayu asal Malaysia bernama Bong Sun (Burhan Uray) yang menawarkan Prajogo Pangestu untuk bergabung ke perusahaannya yaitu PT Djajanti Group.

Setelah mengabdi selama tujuh tahun di perusahaan tersebut, Prajogo Pangestu sempat menjadi General Manager (GM) Pabrik Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur sebelum akhirnya memilih untuk pensiun dan menekuni bisnis kayu.

Pada akhir tahun 1970, Prajogo Pangestu terlibat dalam bisnis kayu. Prajogo Pangestu membeli perusahaan CV Pacific Lumber Coy yang pada saat itu sedang mengalami krisis keuangan dan berubah nama menjadi PT Barito Pacific Lumber.

Topik Menarik