Ini Dua Hal yang Buat Elektabilitas PKB Moncer Hingga Salip Golkar dan Demokrat

Ini Dua Hal yang Buat Elektabilitas PKB Moncer Hingga Salip Golkar dan Demokrat

Ekonomi | BuddyKu | Jum'at, 25 Agustus 2023 - 05:08
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus melonjak jelang Pemilu 2024. Hal itu tergambar dalam survei terbaru yang Litbang Kompas yang dirilis baru-baru ini.

Dalam survei tersebut, elektabilitas PKB berada di posisi tiga besar dengan meraih 7,6 persen suara responden, menyalip Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut hasil survei Litbang Kompas memantik semangat kader untuk terus turun ke bawah.

"Alhamdulillah akhirnya Litbang Kompas bisa memotret ini, ini suatu perkembangan yang akan semakin memompa semangat segenap kader," kata Daniel kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

Menurut Daniel, ada dua faktor utama yang menyebabkan elektabilitas partainya meningkat.

Faktor pertama adalah kerja keras dari para kader PKB yang terus mendekati masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Faktor kedua, sebutnya, adalah dampak dari deklarasi dan dukungan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal capres yang muncul dari banyak kekuatan masyarakat.

"Karena itu kami ucapkan terima kasih yang dalam kepada segenap kader dan masyarakat, PKB akan menjaga kepercayaan ini sebaik-baiknya," ucap Daniel.

Seperti diberitakan, hasil survei Litbang Kompas pada 27 Juli-7 Agustus 2023 menunjukkan elektabilitas PKB berada di posisi tiga besar, menyalip Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Dalam survei tersebut, PKB memperoleh elektabilitas sebesar 7,6 persen, naik 2,1 persen dibandingkan hasil survei pada Mei 2023.

Adapun posisi dua teratas masih diisi oleh PDIP dengan elektabilitas 24,4 persen dan Partai Gerindra 18,9 persen.

Berdasarkan survei pada Juli 2023, Partai Golkar berada di peringkat keempat dengan elektabilitas 7,2 persen, turun 0,1 persen dibandingkan hasil survei pada Mei 2023.

Sementara Partai Demokrat yang sebelumnya berada di peringkat ketiga turun ke peringkat kelima karena elektabilitasnya merosot dari 8 persen menjadi 7 persen.

Survei Litbang Kompas melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi.

Metode ini menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error penelitian 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Topik Menarik