Apa Saja Kehebatan Pasukan Tengkorak Kopaska TNI AL?
JAKARTA- Mengenal kehebatan pasukan tengkorak Kopaska TNI Angkatan Laut ini memiliki banyak satuan dimana setiap satuan memilih karakter, tugas dan ciri khasnya masing-masing. Salah satu satuan paling populer dari TNI Angkatan Laut adalah Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Kopaska juga kerap kali disebut sebagai pasukan tengkorak. Hal ini karena pasukan ini memiliki ciri khas atribut mengenakan baret merah, kacamata hitam, serta topeng atau masker bermotif tengkorak.
Dengan penampilan itu, Kopaska akan terlihat sangat sangar dan menyeramkan bagi musuh-musuhnya. Namun penampilan ini juga sejalan dengan kehebatan Kopaska di medan tempur.
Di medan tempur, tugas utama pasukan ini adalah melakukan penyerangan kapal serta pangkalan musuh baik di atas maupun di bawah permukaan air. Selain itu, Kopaska juga bertugas untuk menghancurkan fasilitas bawah air musuh dan melakukan perebutan pantai untuk operasi pendaratan pasukan amfibi dan marinir.
Dengan tugas yang demikian, setiap anggota Kopaska memiliki aneka keahlian untuk operasi di air, darat dan udara meliputi demolisi atau peledakan bawah air, peluncuran roket/torpedo kapal selam, serta keahlian maritime counter terorism.
Meski memiliki tugas yang sangat berat, namun Kopaska selalu memiliki cara untuk mengatasinya. Hal ini sesuai dengan semboyan Kopaska "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti "Tak ada rintangan yang tak dapat teratasi".
Sebagai bagian dari pasukan khusus TNI Angkatan Laut, seleksi untuk dapat menjadi Kopaska terbilang sangat ketat dan panjang.
Untuk dapat menjadi Kopaska, setiap pendaftar adalah anggota TNI Angkatan Laut yang telah bertugas sekurang-kurangnya 2 tahun di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), Armada RI, Mabesal, atau Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
Setelah memenuhi persyaratan, pendaftar akan menjalani berbagai tes meliputi tes kesamaptaan, ketahanan air, psikotes khusus, tes kesehatan khusus, dan yang terpenting adalah pendaftar harus mengikuti proses seleksi secara sukarela untuk menjadi prajurit Kopaska tanpa paksaan dari siapapun.
Dalam pembentukan pasukan Kopaska juga diberlakukan sistem lepas pangkat. Hal ini dimaksudkan agar ketika menjalankan sebuah operasi setiap pasukan dapat bekerja secara profesional dan saling melindungi dengan jiwa korsa yang tinggi tanpa melihat jabatan. Hl ini karena bagi setiap pasukan khusus, keberhasilan operasi diatas segalanya.
(RIN)








