Leyand International (LAPD) Gelar RUPSLB 6 Juni 2023, Banting Setir Jadi Perusahaan Holding Investasi

Leyand International (LAPD) Gelar RUPSLB 6 Juni 2023, Banting Setir Jadi Perusahaan Holding Investasi

Ekonomi | BuddyKu | Rabu, 31 Mei 2023 - 20:09
share

AKURAT.CO Emiten pembangkit listrik PT Leyand International Tbk (LAPD) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Juni 2023 mendatang guna meminta restu terkait rencana akuisisi dua perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Direktur Utama PT Leyand International Tbk Risming Adyanto mengatakan perseroan bakal mengakuisisi PT Rusco Logistik Internasional dan PT Indoraya Tunggal Pratama.

Akuisisi kedua perusahaan searah dengan cita-cita perusahaan mengubah kegiatan usahanya menjadi holding company dimana perseroan akan menjadi induk investasi yang mempunyai status kepemilikan saham pada beberapa anak perusahaan dengan bentuk investasi.

"Dengan menjadi holding investasi, kami juga ingin terlibat dalam proses mengelola dan mengoperasikan bisnis anak perusahaan (konsultasi manajemen)," kata Risming dikutip Rabu (31/5/2023).

PT Rusco Logistik Internasional bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran, perawatan, dan reparasi mobil dan motor, dan pengangkutan dan pergudangan. Perseroan akan memborong 60.333 saham atau setara dengan 51% dari modal ditempatkan dan disetor dalam PT Rusco Logistik International.

Sementara PT Indoraya Tunggal Pratama bergerak dibidang perdagangan besar dan eceran, perawatan dan reparasi mobil dan motor dan real estate.

Untuk memuluskan rencana aksi korporasi tersebut, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untukmendapatkan pinjaman dari Leo Andyanto selaku pengendali perseroan, baik secara langsung sebesar Rp40 miliar maupun tidak langsung lewat PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp18 miliar. Pinjaman ini bertenor 10 tahun, dengan bunga 1% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan dan tanpa jaminan.

Bisnis Pembangkit Listrik Leyand International

Tambahan informasi, perseroan sebelumnya menggantungkan pendapatannya kepada anak usahanya, PT Asta Keramasan Energi. Bergerak di bisnis pembangkit listrik, Asta Keramasan Energi memiliki tiga pembangkit listrik yaitu PLTG Keramasan di Sumatra Selatan, PLTD Siantan di Kalimantan Barat, PLTD Belawan di Sumatra Utara.

Perlahan semua pembangkit listrik itu berhenti beroperasi karena kontraknya dengan PLN tidak diperpanjang. Berhentinya operasional pembangkit listrik jelas memukul kinerja perusahaan, sehingga pendapatan Leyand International terus menurun dan menjadi nihil per Maret 2020 serta mematikan kelangsungan usaha. Akumulasi kerugian ini juga menguras modal Leyand International.

Topik Menarik