Hebat! Pemuda Ini Ciptakan Aplikasi Talok Go, Tingkatkan Ekonomi Pedesaan hingga Digunakan Instansi Pemerintah Tanzania

Hebat! Pemuda Ini Ciptakan Aplikasi Talok Go, Tingkatkan Ekonomi Pedesaan hingga Digunakan Instansi Pemerintah Tanzania

Ekonomi | BuddyKu | Rabu, 1 Maret 2023 - 23:33
share

MALANG, celebrities.id - Seorang pemuda di Kabupaten Malang mengembangkan aplikasi pesan antar yang kini dihibahkan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Aplikasi tersebut bernama Talok Go dan kini digunakan sebagai penghubung antara para pelaku UMKM di kawasan Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Meski tak besar, aplikasi pesan antar layaknya perusahaan ojek online pada umumnya, tetapi manfaat keberadaan Talok Go diakui Fiyan Fikri (25), pemilik kedai kopi Sipah, Desa Talok, Kecamatan Turen.

Pemuda ini tampak cekatan meracik pembelian minuman kopi susu, setelah itu driver ojek online mengambilnya dan mengantarkan pesanan ke pembeli yang memesan melalui aplikasi Talok Go.

Fiyan Fikri mengaku cukup terbantu dengan adanya aplikasi Talok Go. Sebab, dengan adanya aplikasi tersebut, pelanggan yang ingin membeli kopi tidak harus datang ke kedainya.

"Alhamdulillah ya syukur sedikit banyak membantu penjualan. Otomatis penjualan kami pun ada peningkatan, sekitar 20 persen," ujar Fiyan.

Selanjutnya, dia berharap sosialisasi aplikasi itu lebih digalakkan lagi kepada masyarakat, agar penggunanya lebih banyak lagi.

"Mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi," ucapnya.

Pembuat Aplikasi Talok Go, Evan Helga menceritakan, ide untuk membuat aplikasi Go tersebut muncul dari keluhannya saat pemerintah memberlakukan pembatasan akibat Covid-19, pada 2019.

"Saat itu kan pembatasan besar-besaran yang bernama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sehingga banyak UMKM mengeluhkan penuruhan pendapatan," tutur Fiyan, Rabu (1/3/2023).

Dari hal itu, Evan yang mempunyai keahlian di bidang teknologi dan informasi termotivasi untuk membuat inovasi yang dapat membantu memudahkan UMKM bertransaksi dengan pelanggan, ditengah pemberlakuan PSBB.

"Tidak persyaratan apapun bagi UMKM yang akan menjadi mitra Talok Go. Tinggal bilang ke kami saja, nanti langsung kita masukkan," ujarnya.

Sementara driver yang mengantarkan pesanan pelanggan, Evan Helga memberdayakan pemuda setempat yang tergabung dalam organisasi desa, Karang Taruna.

"Pada masa pandemi kan juga banyak pemuda Karang Taruna Desa Talok yang mengalami perampingan dari tempat kerjanya. Sehingga kami tarik bergabung dengan Talok Go," katanya.

Evan menceritakan, aplikasi Talok Go itu dibangun dengan tujuan untuk mewadahi ajang promosi hasil produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) warga Desa Talok, sekaligus membantu memproses transaksi mereka.

"Visi kami adalah dari warga Talok ke warga Talok. Jadi produk UMKM-nya milik warga Talok, dijual juga kepada warga Talok yang membutuhkan," ujar Evan.

Apalagi selain pertanian dikatakan Evan, sejumlah warga Talok, memiliki usaha makanan ringan, warung makan, hingga warung kopi. Produksi pertanian yang geluti oleh warga Talok di antaranya sayur-sayuran, ubi, dan padi. Sementara usaha makanan ringan di sana seperti keripik pisang, aneka kerupuk, makaroni, dan marning.

"Jadi misalnya salah satu warga butuh sayuran sawi, maka ia tinggal memesan ke warga yang bertani Sawi melalui aplikasi Talok Go. Nanti akan ada driver kami yang akan mengantar sampai ke rumah pemesan," ujarnya.

Kini, sebanyak 70 UMKM yang bermitra dengan Talok Go. Sedangkan jumlah driver sebanyak 64 orang, dan pengguna sebanyak 487 orang, aplikasi ini juga mampu memberikan efek berantai untuk perekonomian masyarakat Desa Talok, Kecamatan Turen, dan sekitarnya.

"Alhamdulillah, aplikasi ini sudah menang juara 1 Batch 3, Runner Up 1, dan Desa Favorit dalam ajang lomba BRI Desa Briliant tahun 2021, yang diikutkan melalui Pemerintah Desa Talok," tuturnya.

Bahkan, aplikasi besutan Evan tersebut sudah direplikasi oleh beberapa desa di Indonesia, serta instansi Pemerintah di Tanzania.

"Di Tanzania aplikasinya diberi nama Appa Faster. Fungsinya sama dengan Talok Go. Hanya saja aplikasinya di sana saya bikin berbasis Android dan iOS, sesuai permintaan mereka," katanya.

Topik Menarik