Loading...
Loading…
Analis Prediksi IHSG Bisa Tembus 6.000 pada Akhir Tahun

Analis Prediksi IHSG Bisa Tembus 6.000 pada Akhir Tahun

Ekonomi | inewsid | Minggu, 30 Agustus 2020 - 23:15

JAKARTA, iNews.id -Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) mampu menembus level 6.000 pada akhir tahun ini. Menurutnya, ada potensi dana penyelamatan ekonomi baru akan mengalir ke sasaran di kuartal ketiga.

Dia menyebutkan, berbagai kendala administratif sempat menjadi tantangan khususnya di lapisan bawah pemerintahan dalam eksekusi.

"Jadi saya perkirakan stimulus itu mulai efektif di kuartal III. Berikutnya di kuartal IV menurut saya mulai terjadi percepatan putaran roda ekonomi karena ekonomi global pun diharapkan sudah mulai merangkak naik," ujar Ferry, Minggu (30/8/2020).

Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh sepanjang 2020 diyakini masih dalam level positif. Walaupun di kuartal kedua dan ketiga negatif.

"Positif tapi mungkin tipis. Tapi, bisa mengangkat kepercayaan konsumen dan sentimen bisnis di 2021 dimana pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 6 persen akibat pent-up demand atau konsumsi yang tertunda," katanya.

Dia mengatakan sentimen utama akan datang dari vaksin korona yang diperkirakan akan mulai diedarkan di kuartal pertama 2021 setelah uji coba fase 3 dinyatakan berhasil oleh Kementerian BUMN.

Sentimen dari global, dia melihat ada optimisme karena Yield Curve mulai steepening slope-nya. Ini karena Fed menyatakan akan tetap dovish sampai jumlah pengangguran mencapai titik terendah. Target inflasi pun dinaikan. Artinya, Fed masih akan menjaga likuiditas pasar dalam waktu cukup lama.

"Ini jadi penguat untuk Wallstreet agar tetap kuat dan kokoh. Kita lihat juga Dow Jones hampir balik ke level 29.000. Serta Nasdaq dan S&P telah mencapai rekor tertinggi. Jadi saya optimistis IHSG ke 6.000 akhir tahun ini dan berpeluang ke 7.000 akhir tahun depan," ujar Ferry.

Dia juga mengingatkan agar pemerintah menjaga suasana kondusif masyarakat dengan pernyataan yang positif. Menurutnya Menteri Keuangan Sri Mulyani harusnya bisa bicara seefektif mungkin agar tidak meresahkan masyarakat. Resesi sejatinya harus dimaklumi akan tidak terhindarkan. Karena semua aktivitas ekonomi yang harus berhenti karena pandemi.

"Kucuran dana pemulihan ekonomi mandeg karena ada ratusan triliun masih parkir di BPD. Jadi tidak bisa salahkan pemerintah pusat yang sudah menyiapkan dananya. Penjelasan yang berlebihan justru kontraproduktif ," kata Ferry.

Original Source

Topik Menarik