Indonesia di Tengah Resesi, Orang Kaya Tak Lagi Nongkrong

Ekonomi | okezone | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 21:01
Indonesia di Tengah Resesi, Orang Kaya Tak Lagi Nongkrong

JAKARTA – Indonesia berada di tengah negara-negara yang sudah lebih dulu mengalami resesi karena krisis Covid-19. Konsumsi masyarakat di tengah pandemi pun menurun karena aktivitas yang bisa dilakukan sebelum virus corona berkurang.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa pandemi turut membuat masyarakat menengah ke atas terkena imbasnya. Indikatornya terlihat dari konsumsi mereka yang mengalami penurunan.

Bendahara negara itu menilai kini mereka lebih memilih menurunkan aktivitasnya untuk pergi nongkrong dan belanja secara tatap muka karena khawatir tertular virus. Alhasil, pola hidup pun berubah dari yang kerap belanja offline, sekarang mereka memilih untuk menggelontorkan uangnya secara digital.

Baca Juga: Erick Thohir: Mudah-mudahan Ekonomi Tak Minus 10%

"Kelompok menengah atas konsumsinya menurun, mereka udah enggak nongkrong di warung dan bisokop karena pandemi," ujar Menkeu, beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu (29/8/2020).

Meski demikian, kata Sri Mulyani, mereka masih membeli barang secara online. Hanya saja, perpindahan belanja ke digital tidak mensubtitusi ekonomi.

"Walaupun mereka pindah ke digital untuk membeli barang. Tapi enggak mensubtitusi ekonomi karena mereka udah enggak nongkrong," tuturnya.

Dirinya pun akan membuat instrumen termasuk belanja disiapkan dengan baik untuk bisa menjaga perekonomian sekaligus membantu masyarakat.

Baca Juga: Berada di Titik Terendah, Ekonomi Indonesia Bisa Bangkit pada Kuartal III-2020

Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan bahwa kontraksi PDB itu berarti situasi resesi ekonomi sudah di depan mata.

"Di kuartal III kemungkinan besar kita akan resesi, kalau melihat kuartal II ini kita cukup dalam minusnya," kata Bhima.

"Yang perlu diperhatikan ini kan adanya penurunan tajam pada konsumsi rumah tangga, karena adanya pandemi membuat masyarakat tidak yakin untuk berbelanja, dan akhirnya berpengaruh juga pada industri manufaktur yang turun dan sektor perdagangan turun," tambahnya.

Artikel Asli