Irlandia Sebut Ada Peluang Aturan Pajak Digital Disepakati Tahun Ini

Ekonomi | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:50
Irlandia Sebut Ada Peluang Aturan Pajak Digital Disepakati Tahun Ini

DUBLIN, iNews.id - Tarik ulur antara Eropa dan AS memicu ketidakpastian soal nasib pajak digital. Padahal sebelumnya sudah ada rencana untuk menuntaskan pajak digital pada 2020.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (29/8/2020), Amerika dan Eropa terbelah bagaimana memajaki perusahaan seperti Google, Amazon, dan Apple. Eropa berpandangan perusahaan-perusahaan teknologi harus dipajaki lebih besar karena mengeruk keuntungan tanpa aturan.

Sementara AS belakangan mulai menarik diri dari meja perundingan. Alasannya, perusahaan-perusahaan yang dipajaki kebanyakan berasal dari Amerika. Aturan pajak digital dinilai diskriminatif.

Menteri Keuangan Irlandia, Paschal Donoghoe menyebut masih ada kemungkinan pajak digital tuntas tahun ini. Dia memprediksi bakal muncul terobosan untuk mengatasi deadlock.

"Saya pikir masih mungkin (tahun ini). Saya rasa rumor perundingan yang dikawal OECD telah berakhir terlalu berlebihan," katanya.

Dia melihat perundingan soal pajak digital tertunda untuk sementara. "Saya pikir kita harus melihat apa yang terjadi di dalam OECD itu hanya tertunda saja," katanya.

Republik Irlandia merupakan salah satu dari sedikit negara Eropa yang mendorong agar kesepakatan pajak digital melibatkan negara lain di luar Eropa.

Negara yang berlokasi di utara Eropa itu terkenal sebagai negara surga pajak. Pasalnya, banyak perusahaan teknologi seperti Apple yang memiliki kantor di negara tersebut demi memperoleh pajak rendah.

Negara-egara Eropa mengambil inisiatif dengan menerbitkan aturan pajak digital di negara masing-masing demi mengantisipasi gagalnya perundingan OECD.

Prancis akan memungut pajak digital mulai awal 2021. Inggris dan Italia memperkenalkan aturan serupa. Dua negara itu siap merevisi aturan tersebut jika ada kesepakatan global.

Meski begitu, Donoghoe menyebut ada kemungkinan kesepakatan pajak digital terbentuk pada awal tahun depan.

"Saya perkirakan negosiasi akan kembali terjadi pada akhir tahun ini meski saya pikir kemungkinan ada semacam kesepakatan pada 2020. Secara pribadi, saya lebih condong beberapa bagian kesepakatan juga terjadi pada tahun depan," ucapnya.

Artikel Asli