Pasar Keuangan RI Terpuruk, Tapi Masih Lebih Baik dari Negara-Negara Ini

Ekonomi | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 16:30
Pasar Keuangan RI Terpuruk, Tapi Masih Lebih Baik dari Negara-Negara Ini

JAKARTA - Pendalaman pasar keuangan Indonesia dinilai masih lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Thailand, Singapura, Filipina bahkan Prancis. Meski begitu, sektor pasar keuangan Tanah Air terbilang masih terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Indonesia masih terpuruk, walaupun lebih baik dari Thailand, Singapur, Filipina dan Prancis," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W. Widodo dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Universitas Sriwijaya, Sabtu (29/8/2020). (Baca juga: Pekan Depan, Seluruh Sekolah di Wuhan Kembali Dibuka)

Dia berharap kondisi pasar saham di Indonesia bisa kembali pulih sebelum adanya pandemi. Sehingga, para investor yang sudah menanamkan modalnya di 2020 bisa memetik hasilnya pada 2021 mendatang. "Recovery ini dapat berjalan, sehingga para investor dapat membuahkan hasil pada 2021," ujarnya.

Dia menilai selain pandemi penyebab pasar saham dunia mengalami kelesuan karena jelang berlangsungnya pemilu di Amerika Serikat pada November 2020 mendatang. Selain itu, ketegangan hubungan dagang antara negeri Paman Sam dan China pun turut memengaruhi kondisi di pasar saham dunia. (Baca juga:Anggap Teman Baik, Trump Beri Penghormatan Tertinggi kepada Abe)

"Kita tahu sedang ada pandemi dan dialami semua negara. Dunia saat ini sedang berusaha untuk bangkit kembali. Pengaruh dari pemilu di Amerika Serikat juga memengaruhi ekonomi di dunia. Ketegangan geopolitik juga berpengaruh," ujarnya.

Menurut dia, keadaan itu juga berdampak kepada aktivitas ekonomi di Tanah Air. Sehingga, para pebisnis di Indonesia memilih menyimpan uangnya ketimbang berinvestasi di bursa saham. (Baca juga: Ketika Nashruddin Membagi-bagi Uang kepada Katak)

"Di Indonesia juga sedang berusaha meningkatkan ativitas ekonomi kita. Kita juga alami keran defisit mengharuskan perubahan kekuatan dari sistem finansial di Indonesia," kata dia.

Artikel Asli