Penyebab Utang Luar Negeri BUMN Meroket

Ekonomi | okezone | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 16:10
Penyebab Utang Luar Negeri BUMN Meroket

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan penyebab utang luar negeri (ULN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat. Direktur Kekayaan Negara Meirijal Nur mengatakan peningkatan ULN BUMN dikarenakan aksi korporasi.

"Saya terus terang personally belum memantau BUMN mana yang mengalami utang luar negeri. Ketika mengalami kesulitan keuangan, apa dia membutuhkan cashflow, normal untuk memberikan leveraging, yang melihat potensi dan kemampuan lembaga itu," ujar Meirijal di diskusi virtual, Sabtu (30/8/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Targetkan Dividen BUMN Rp26 Triliun, Erick Thohir: Ya Kita Coba

Dia menegaskan, peningkatan ULN BUMN bukan karena ada instruksi dari pemerintah. Hal ini memang murni banyaknya aksi korporasi.

"Enggak mungkin lembaga international memberikan pembiayaan yang enggak mampuu bayar umkm. Pemerintah enggak menyuruh BUMN untuk menyuruh itu maupun untuk melakukan pinjaman itu," jelasnya.

Baca Juga: PMN Rp20,5 Triliun untuk 5 BUMN Cair September

Sebagai informasi, ULN BUMN meningkat 22,9% menjadi USD58,9 miliar pada Juni 2020. Total ULN Indonesia sendiri mencapai USD408,6 miliar atau setara Rp5.924,7 triliun (kurs Rp14.500). Angka ini terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD199,3 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar USD209,3 miliar.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Utang luar negeri (ULN) Indonesia meningkat lagi. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II-2020 tercatat sebesar USD408,6 miliar setara Rp5.924,7 triliun (kurs Rp 14.500) terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD199,3 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD209,3 miliar.

Artikel Asli