Hidupkan Pariwisata, Kemenparekraf Dorong Daya Tarik Baru

Ekonomi | republika | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 12:27
Hidupkan Pariwisata, Kemenparekraf Dorong Daya Tarik Baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemulihan sektor pariwisata saat ini tengah disiapkan setelah terdampak pandemi Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mendorong daya tarik baru untuk memulihkan kembali pariwisata.

"Ke depan kita harus ciptakan atraksi yang ada daya tarik baru. Makanya kami ada deputi yang ngurusin MICE dan event bagaimana menciptakan daya tarik agar calon wisatawan dan internasional melihat ada sesuatu menarik," kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio dalam diskusi virtual Garuda Indonesia Talks, Jumat (28/8) malam.

Wishnutama menegaskan nantinya yang diandalkan tidak hanya keindahan alam, makanan, dan budaya saja namun terdapat daya tarik baru. Pada dasarnya, Wishnutama mengatakan hal tersebut menjadi salah satu strategi utama Kemenparekraf pada 2020 namun terjadi pandemi Covid-19.

Untuk itu, dia menegaskan selanjutnya bukan jumlah wisatawan lagi yang diprioritaskan namun kualitasnya. "Kita tidak hanya mengejar angka. Sebenarnya strategi kualitas wisatawan itu sudah kita canangkan akhir 2019 tetapi karena adanya Covid-19 ternyata kebutuhannya justru pariwisata shifting ke kualitas," ungkap Wishnutama.

Untuk itu, Wishnutama mengharapkan adanya kerja sama dalam mendatangkan devisa ke Indonesia. Wishnutama  mengatakan maskapai Garuda Indonesia bukan hanya kendaraan untuk manusia tapi juga untuk mendatangkan devisa ke Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan saat ini akan mendukung upaya dari Kemenparekraf dalam memulihkan kembali sektor pariwisata. "Kami juga move ke kualitas bagaimana kita layani secara khusus. Orang kan naik pesawat juga karena ingin pengalaman berbeda," tutur Irfan dalam kesempatan yang sama.

Untuk itu, Irfan memastikan Garuda Indonesia juga berada di garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pariwisata. Khususnya, dalam mendukung rencana Kemenparekraf dalam meningkatkan kualitas pariwisata.

"Jadi bisa (Garuda Indonesia) ke Denpasar langsung dari beberapa negara yang spending-nya tinggi dan lama di Indonesia," ungkap Irfan.

Irfan menilai butuh kerja sama yang sesuai antara maskapai dan Kemenparekraf. Dia memastikan Garuda Indonesia berkomitmen untuk membawa orang luar negeri ke Indonesia bukan sebaliknya dalam mengupayakan peningkatan devisa negara.

Artikel Asli