Pengelolaan Limbah di Saat Pandemi Dinilai Penting

Ekonomi | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 08:14
Pengelolaan Limbah di Saat Pandemi Dinilai Penting

JAKARTA - Wabah virus corona meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan dan bahan kimia. Dampaknya, sampah dan limbah medis yang dapat membahayakan lingkungan pun turut meningkat jumlahnya. Hal ini menjadi perhatian perusahaan konsultan pengelolaan properti, Inner City Management (ICM). (Baca: Aliran Bengawan Solo Gresik Diduga Tercemar Limbah Mikroplastik)

Perusahaan yang mengelola sekitar 45 site apartemen tersebut mengungkapkan pentingnya pengelolaan limbah yang baik di lingkungan apartemen dalam masa pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak sampah yang berasal dari produk atau barang yang dipakai oleh penghuni, seperti masker, botol obat, dan tisu yang rentan menjadi media penyebar wabah Covid.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik di masa pandemi menjadi salah satu prioritas ICM dalam pengelolaan apartemen agar penghuni tetap nyaman dan kesehatannya terjaga. (Baca juga: Memanas, China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan)

Direktur Operasional ICM Krisdiarto Adipranoto mengatakan, sebagai perusahaan konsultan pengelola apartemen terbesar di Indonesia, ICM sangat peduli dalam pengelolaan limbah di seluruh lingkungan apartemen. Terlebih apartemen merupakan lingkungan tempat tinggal bagi sebagian besar warga di kota-kota besar.

"Pengelolaan limbah menjadi fokus penting bagi kami dalam mencegah penyebaran virus di lingkungan apartemen yang kami kelola. Sangat mungkin ada limbah medis yang berasal dari rumah tangga (hunian apartemen) karena masyarakat yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)," kata Krisdiarto, di Jakarta, kemarin. (Baca juga: Bopong Senjata dan Radar Canggih, Pesawat F-16 TNI AU Semakin Garang)

Dalam menerapkan pengelolaan limbah medis, lanjut Krisdiarto, ICM mengikuti aturan dari Surat Edaran No. SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksiksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tak hanya mengikuti aturan dari Kemen LHK, ICM juga menerapkan standar yang digunakan World Health Organization (WHO) dalam pengelolaan limbah air agar sumber air di lingkungan apartemen dapat selalu terjaga kebersihannya.

SOP Manager ICM, Hidayat, menjelaskan untuk pengelolaan limbah infeksius (apabila terdapat ODP) yang berasal dari rumah tangga yakni alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, hingga bajunya dikemas dalam wadah tertutup dan bertuliskan limbah infeksius. "Kami dibantu oleh petugas dari dinas yang bertanggung jawab di bidang lingkungan hidup kebersihan dan kesehatan dalam pengangkutan sampah-sampah limbah infeksius," ujarnya. (Lihat Videonya: Mahasiswa KKN Temukan Puluhan Limbah Medis di Sungai)

ICM juga terus mengimbau kepada para penghuni agar mengurangi sampah masker dan mengutamakan penggunaan masker yang dapat dicuci ulang. Jika menggunakan masker sekali pakai, pun para penghuni diberikan edukasi tata cara pembuangannya, yakni dengan dirobek, dipotong, atau digunting terlebih dahulu. (Sudarsono)

Artikel Asli