Loading...
Loading…
McKinsey Prediksi Ekonomi Indonesia Pulih Paling Cepat di ASEAN

McKinsey Prediksi Ekonomi Indonesia Pulih Paling Cepat di ASEAN

Ekonomi | inewsid | Kamis, 06 Agustus 2020 - 00:12

JAKARTA, iNews.id - McKinsey & Company memperkirakan ekonomi Indonesia bakal pulih paling cepat di ASEAN. Negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini akan kembali pada level sebelum krisis ( pre-crisis ) Covid-19 pada kuartal IV-2021.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, berdasarkan skenario 1 yang dibuat oleh McKinsey, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini negatif 4 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia (-9,4 persen), Filipina (-7,7 persen), Singapura (-9,2 persen), dan Thailand (-10,1 persen).

"Berkaitan dengan recovery ekonomi, kita menggunakan skenario satu, di mana skenario satu adalah recovery dan time to return to pre-crisis . Dari skenario satu tersebut, Indonesia merupakan negara yang recovery -nya paling cepat dari negara yang ada di ASEAN," ujar Menperin, Selasa (4/8/2020).

Dalam skenario tersebut, Filipina menyusul di posisi kedua menuju level sebelum krisis Covid-19 pada kuartal I-2022 kemudian Malaysia dan Thailand kuartal IV-2022, lalu Singapura pada kuartal I-2023.

"Negara lain Malaysia, Filipina dan Thailand baru akan terjadi pada tahun 2022 di kuartal IV. Bahkan Singapura kembali pada masa sebelum krisis pada kuartal I 2023," ucapnya.

Skenario tersebut, menurut Menperin, bisa menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bangkit dari krisis. Dia meminta seluruh pihak untuk optimistis memandang ke depan.

Mantan menteri sosial itu juga mengatakan, tanda-tanda pemulihan sudah terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) Juli 2020 yang mencapai 46,9 poin. Dia memprediksi PMI bisa menembus 51,9 poin pada akhir tahun ini.

"Pertanyaannya apakah industri manufaktur indonesia bisa naik ke posisi 51,9? Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita, walaupun kita tidak bisa dipungkiri itu tergantung dari banyak hal, termasuk dan khususnya bagaimana kita bisa menyehatkan demand side kita sehingga penyerapan dari produksi manufaktur di Indonesia di berbagai macam sub sektor bisa terjadi. Jadi demand side menjadi hal penting," tuturnya.

Original Source

Topik Menarik

{