Loading...
Loading…
Temuan Ini Diyakini Jadi Bukti Kehidupan di Bumi Berawal dari Luar Angkasa, Kira-Kira Apa?

Temuan Ini Diyakini Jadi Bukti Kehidupan di Bumi Berawal dari Luar Angkasa, Kira-Kira Apa?

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Indozone | Rabu, 28 September 2022 - 05:06

Tim ilmuwan berhasil menemukan bukti air pada asteroid yang berasal dari 300 juta kilometer dari Bumi. Temuan baru tersebut diyakini memperkuat dugaan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa.

Tercatat dalam hasil yang dipublikasi pada Jurnal Science, tim ilmuwan menemukan tetesan berupa air berkarbonasi yang mengandung garam dan bahan organik di batu asteroid yang dinamakan Ryugu.

Bukti adanya air ditemukan ketika tim ilmuwan menganalisis sampel debu dan batu asteroid seberat 5.4 gram.

Temuan ini memperkuat teori bahwa asteroid seperti Ryugu atau asteroid induknya yang lebih besar, mampu menyediakan air yang mengandung garam dan bahan organik dalam tabrakan dengan Bumi, kata Tomoki Nakamura, ilmuwan dari Universitas Tohoku, seperti dikutip dari AFP, Selasa (27/9/2022).

Dia melanjutkan tetesan air memiliki arti besar sehingga penemuannya diyakini jadi bukti kehidupan.

Banyak peneliti percaya bahwa air dibawa (dari luar angkasa) tetapi kami benar-benar menemukan air di Ryugu, sebuah asteroid dekat Bumi, untuk pertama kalinya, lanjut Nakamura.

Debu dikumpulkan dari asteroid Ryugu oleh wahana Hayabusa-2 Jepang (Japan Aerospace Exploration Agent/Reuters)
Debu dikumpulkan dari asteroid Ryugu oleh wahana Hayabusa-2 Jepang (Japan Aerospace Exploration Agent/Reuters)

Sebelumnya dia juga mengungkap debu dan batu yang berasal dari asteroid Ryugu dikumpulkan oleh pesawat tak berawak milik Badan Penjelajahan Antariksa Jepang bernama Hayabusa-2.

Temuan ini menunjukkan bahwa air mampu bertahan di asteroid.

Fakta bahwa air ditemukan dalam sampel itu sendiri sangat mengejutkan, mengingat kerapuhannya dan kemungkinan hancur di luar angkasa, jelas ahli astrobiologi dan profesor emeritus Universitas Nasional Yokohama, Kensei Kobayashi.

Itu menunjukkan bahwa asteroid mengandung air-dalam bentuk cairan dan bukan hanya es - dan bahan organik mungkin telah dihasilkan di air itu, lanjutnya.

Kini sampel debu dan batu asteroid itu dibagi di antara tim ilmuwan berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, dan China untuk memaksimalkan peluang penemuan baru.

Artikel Menarik Lainnya

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{