Loading...
Loading…
Harga BBM Naik, Pemerintah Kucurkan Rp5 Triliun Beli Kompor Listrik Gratis untuk Rakyat

Harga BBM Naik, Pemerintah Kucurkan Rp5 Triliun Beli Kompor Listrik Gratis untuk Rakyat

Powered by BuddyKu
Ekonomi | iNewsManado | Senin, 05 September 2022 - 12:56

JAKARTA, iNewsManado.com - Protes harga BBM naik tidak mengubah keputusan pemerintah dalam menyesuaikan harga minyak dunia. Harga BBM naik diyakini adalah jalan terbaik saat ini.

Disisi lain, pasca harga BBM naik, pemerintah malah bakal mengucurkan Rp5 Triliun untuk pengadaan kompor listrik yang akan disalurkan kepada masyarakat secara gratis.

Anggaran tersebut akan dikucurkan Kementerian BUMN.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dalam skemanya, pembagian kompor listrik tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap hingga 5 tahun ke depan. Program pemerintah bagi-bagi kompor gratis ini mulai dilakukan tahun depan.

Adapun penggunaan kompor listrik masuk dalam program utama PT PLN (Persero). Program tersebut digadang-gadang mampu mengatasi persoalan over supply listrik, bahkan mengurangi beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) disebabkan impor liquefied petroleum gas (LPG).

Pemerintah (rencananya) tahun depan akan menambah lagi Rp5 triliun untuk membagikan kompor listrik (secara gratis) selama 5 tahun ke depan, ujar Erick di Amsterdam, Belanda dikutip, Senin (5/9/2022).

Sebelumnya, pembagian kompor listrik telah dilakukan PLN dengan anggaran sebesar Rp300 miliar. Melalui program ini, PLN menargetkan masyarakat pengguna kompor induksi bertambah menjadi 300.000.

Erick menyebutkan, kompor induksi menjadi salah satu cara pemerintah mendukung transisi energi dan mengalihkan subsidi LPG ke depan. Namun demikian, pemerintah juga memikirkan jangan sampai masyarakat menengah ke bawah yang menggunakan kompor listrik dianggap sebagai kelompok mampu.

Jangan sampai rumah-rumah di bawah 900 VA dianggap orang mampu karena pakai kompor listrik, ucap Erick.

Pemerintah memang berkewajiban memberikan subsidi harga LPG bagi masyarakat yang kurang mampu, sehingga besaran pengeluaran pemerintah untuk subsidi juga meningkat.

Peningkatan ini diperkuat oleh impor LPG yang tercatat berada di angka 77 persen. Pemerintah pun berupaya menekan impor LPG dengan mengalihkan penggunaan LPG ke energi berbasis listrik.

Original Source

Topik Menarik

{