Loading...
Loading…
Dian Swastatika (DSSA) Raih Laba Rp3,74 Triliun di Semester I-2022

Dian Swastatika (DSSA) Raih Laba Rp3,74 Triliun di Semester I-2022

Powered by BuddyKu
Ekonomi | IDX Channel | Minggu, 04 September 2022 - 00:36

IDXChannel - Emiten batu bara, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraup laba sebesar USD251,58 juta atau setara Rp3,74 triliun pada semester I-2022. Angka ini naik signifikan sebesar 472 persen dari sebelumnya sebesar USD43,92 juta.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan usaha DSSA juga meroket 176 persen menjadi USD2,59 miliar atau setara Rp38,63 triliun dari sebelumnya USD937,56 juta. Pendapatan segmen pertambangan batu bara mendominasi dengan pendapatan sebesar USD2,46 miliar atau setara Rp36,71 triliun.

Kemudian, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar USD71,14 juta atau Rp1,05 triliun, segmen penyediaan tv kabel dan internet sebesar USD32,55 juta atau Rp484,95 miliar.

Selanjutnya, segmen konstruksi, operasi dan keuangan pembangkit listrik tercatat sebesar USD25,25 juta atau Rp376,16 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp693,41 ribu atau Rp10,32 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik hingga 160 persen menjadi USD1,46 miliar atau Rp21,77 triliun. Kemudian, beban usaha tercatat sebesar USD188,22 juta atau Rp2,80 triliun, beban umum dan administrasi sebesar USD160,59 juta atau Rp2,39 triliun, serta beban eksplorasi sebesar USD423,02 ribu atau Rp6,30 miliar.

Per Juni 2022, total nilai aset DSSA tercatat tumbuh sebesar 116,69 persen menjadi USD6,52 miliar atau setara Rp97,15 triliun dari posisi akhir Desember 2021 sebesar USD3,01 miliar. Adapun, liabilitas tercatat sebesar USD3,69 miliar atau Rp55,04 triliun dan ekuitas sebesar USD2,82 miliar atau Rp42,11 triliun.

Untuk tahun ini, perseroan optimistis bahwa bisnis yang dijalankan masih memiliki prospek yang baik untuk dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja. Adapun, arah strategi bisnis terutama akan difokuskan pada penjajakan peluang bisnis energi baru, termasuk bisnis energi baru dan terbarukan, dan pengembangan bisnis teknologi.

Dari bisnis dan strategi yang dijalankan, DSSA menargetkan pendapatan usaha meningkat sekitar 30 persen pada 2022, dengan kontributor terbesar pendapatan usaha untuk 2022 ini diperkiraan masih akan berasal dari bisnis energi. ( RRD )

Original Source

Topik Menarik