Loading...
Loading…
Negara-negara Barat Berikan Bantuan Militer Rp22 Triliun kepada Ukraina

Negara-negara Barat Berikan Bantuan Militer Rp22 Triliun kepada Ukraina

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Sindonews | Jumat, 12 Agustus 2022 - 04:13

KOPENHAGEN Negara-negara Barat memberikan bantuan USD1,55 miliar atau sekitar Rp22 triliun dalam bentuk tunai, peralatan, dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan militer Ukraina dalam perangnya melawan Rusia . Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Denmark Morten Bodskov.

Bantuan itu, yang dijanjikan oleh sekelompok 26 negara pada sebuah konferensi di Kopenhagen, akan digunakan untuk memasok senjata, rudal dan amunisi yang ada, meningkatkan produksi senjata untuk Ukraina, melatih tentara Ukraina, dan menghapus ranjau di daerah-daerah yang dilanda perang di Ukraina.

"Kami akan terus membantu Ukraina dalam kebutuhan militernya," kata Bodskov kepada wartawan di akhir konferensi yang mempertemukan para menteri pertahanan Eropa untuk membahas dukungan jangka panjang bagi pertahanan negara itu terhadap invasi Rusia.

Bodskov mengatakan Menteri Pertahanan Polandia, Slovakia dan Republik Ceko mengisyaratkan kesediaan untuk memperluas produksi sistem artileri, amunisi, dan peralatan militer lainnya ke Ukraina.

Sementara itu Inggris, yang telah menyumbangkan sistem senjata canggih ke Ukraina dan memberikan pelatihan militer bagi ribuan pasukannya, pada hari Kamis menjanjikan tambahan 300 juta euro, termasuk sistem roket multi-peluncuran dan rudal M31A1 berpemandu presisi yang dapat menyerang target hingga 80 km jauhnya.

"Presiden Putin akan bertaruh pada Agustus mendatang...kita semua akan bosan dengan konflik dan komunitas internasional akan pergi ke arah yang berbeda. Nah hari ini adalah bukti sebaliknya," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace seperti dikutip dari Channel News Asia , Jumat (12/8/2022).

Komitmen itu muncul setelah pemerintah di Kiev berulang kali meminta Barat untuk mengirim lebih banyak senjata, termasuk artileri jarak jauh, ketika mencoba untuk mengubah arah gelombang invasi Rusia pada 24 Februari.

Ukraina awal bulan ini mengatakan telah menerima pengiriman senjata berat presisi tinggi lainnya dari Jerman dan Amerika Serikat (AS).

Moskow, yang menuduh Barat menyeret keluar konflik dengan memberi Ukraina lebih banyak senjata, mengatakan sedang melakukan "operasi militer khusus" di Ukraina yang bertujuan untuk menjaga keamanan Rusia dari ekspansi NATO.

(ian)

Original Source

Topik Menarik