Loading...
Loading…
Jokowi Sedih Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Benarin Kualitas Pelayanan Kesehatan dong!

Jokowi Sedih Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Benarin Kualitas Pelayanan Kesehatan dong!

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Indozone | Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:56

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kesedihannya karena banyak warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri. Merespon hal itu Anggota Komisi IX DPR RI Dr Kurniasih Mufidayati keprihatian Jokowi harus diwujudkan dalam percepatan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan.

"Spirit kemandirian nasional selalu kita dukung. Jika ada keprihatinan banyaknya WNI berobat ke luar negeri maka harus ada percepatan realisasi kebijakan perbaikan pelayanan kesehatan dengan standar internasional," kata Kurniasih kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

Menurut Politisi PKS ini, setidaknya ada beberapa hal mendasar yang harus menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas kesehatan berstandar internasional.

Pertama memenuhi rasio jumlah tenaga kesehatan per satuan penduduk di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar memang menjadi satu tantangan untuk menambah rasio tenaga kesehatan di Indonesia yang masih kurang.

"Harus ada kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang untuk menambah rasio tenaga kesehatan kita per satuan penduduk jika ingin mengejar ketertinggalan kualitas kesehatan kita di dunia," tutur Kurniasih.

Kedua, kata dia, peningkatan kualitas RS di Indonesia dengan pemenuhan standar nasional dan standar internasional. Kurniasih menyebut perlu didorong dan pendampingan bagi RS di Indonesia untuk minimal memenuhi standar pelayanan nasional dan target standar internasional.

Termasuk mengembangkan RS khusus untuk penyakit-penyakit yang banyak pasien Indonesia memilih berobat di RS Luar Negeri seperti kanker.

"Kita baru memiliki setidaknya 36 rumah sakit yang terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI) maupun Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Masih juga ada catatan RS nasional pada 2021 dari 3.145 RS di Indonesia baru 2.482 yang terakreditasi Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS)," bebernya Kurniasih.

Bagi Kurniasih, langkah-langkah strategis perbaikan kualitas kesehatan di Indonesia ini seharusnya sudah dalam tahap adanya roadmap yang jelas.

Pemerintah sudah membentuk Indonesia Health Tourism Board yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sehingga bisa segera mengimplementasikan arahan Presiden untuk mengurangi WNI berobat ke luar negeri dan menarik pasien luar negeri berobat ke Indonesia.

"Kita tengah mengembangkan wellness tourism atau wisata kesehatan apalagi kita dianugerahi dengan kekayaan alam yang berguna untuk kesehatan dengan standar tinggi yang bisa menjadi nilai jual dibanding negara lain. Jadi bukan hanya bagi WNI tapi ke depan kita juga bisa menarik pasien dari luar negeri untuk berobat ke Indonesia," tandasnya.

Presiden Jokowi mengaku merasa sedih ketika mendengar ada warga Indonesia yang lebih memilih untuk berobat ke luar negeri, tidak terkecuali bagi yang tinggal di Kalimantan Barat.

Kepala negara merasa sedih karena banyaknya WNI yang berobat ke luar negeri mengakibatkan jumlah uang ke luar dari Indonesia menjadi tidak sedikit. Ia mengetahui kalau banyak warga di Kalimantan Barat yang sering berobat ke Kota Kuching, Malaysia.

"Saya itu paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang , ada yang ke Amerika," ungkap Jokowi.

Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik