Loading...
Loading…
Barata Indonesia Siapkan Komponen Pabrik Dukung Ketahanan Pangan

Barata Indonesia Siapkan Komponen Pabrik Dukung Ketahanan Pangan

Ekonomi | wartaekonomi | Jumat, 17 Juli 2020 - 10:06

PT Barata Indonesia (Persero) terus berkomitmen dalam menyelesaikan sejumlah proyek strategis nasional, salah satunya pembangunan beberapa pabrik gula nasional.

Saat ini, pabrik gula yang telah menjalani tahap commissioning adalah PG Asembagus Situbondo (revitalisasi kapasitas 6.000 TCD) dan PG Rendeng Kudus (4.000 TCD). Selain pabrik gula, Divisi Industri Gula dan Agro juga sedang menyiapkan komponen pabrik bioethanol (kapasitas 330.000 KL) di Gempolkrep, Mojokerto.

Menurut Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno, pihaknya berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dan swasembada gula. Selain itu, kata Harry, pihaknya telah memiliki pengalaman selama satu abad di industri gula. Perseroan ingin menjadi solution provider bagi proyek-proyek industri agro, khususnya industri gula nasional untuk mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri.

"Industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Penyelesaian pembangunan pabrik gula ini merupakan upaya kami dalam mewujudkannya dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak," terang Harry di Gresik, Kamis (16/7/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga berkeinginan untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi.

Barata Indonesia saat ini, kata dia, sedang berusaha menyelesaikan pembangunan PG Bombana Sulawesi Tenggara (kapasitas 12.000 TCD). Di bidang industri agro, Barata Indonesia memiliki kompetensi untuk memproduksi berbagai komponen pabrik gula serta pabrik gula lengkap dengan berbagai kapasitas sampai dengan 15.000 TCD.

Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kapabilitas untuk membangun pabrik garam, pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.

"Barata Indonesia berharap kontribusi perseroan dalam berbagai proyek pabrik gula di tanah air ini dapat meningkatkan nilai tambah yang bisa dihasilkan di dalam negeri. Sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada gula dan tercipatanya kemandirian dalam industri manufaktur Tanah Air," pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik