Loading...
Loading…
IHSG Tembus Level 6.800, Saham BMRI-BBCA-GOTO Cs Jadi Penopang

IHSG Tembus Level 6.800, Saham BMRI-BBCA-GOTO Cs Jadi Penopang

Powered by BuddyKu
Ekonomi | IDX Channel | Rabu, 20 Juli 2022 - 09:42

IDXChannel Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tinggi dan kembali ke level psikologis 6.800 pagi ini, Rabu (20/7/2022). Kenaikan IHSG ditopang oleh melesatnya saham-saham perbankan utama, termasuk big cap lainnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.17 WIB, IHSG melesat 1,44% ke 6.833,03 dengan nilai transaksi Rp3,49 triliun dan volume perdagangan 4,52 miliar.

Sebanyak 336 saham naik, 109 saham turun, dan 153 saham stagnan.

Dengan ini, IHSG sudah menguat 3 hari beruntun dan membuat kinerja sepekan menjadi hijau (+2,84%). Kendati, dalam sebulan IHSG masih minus 2,26%.

Pagi ini, kuartet saham bank besar RI, yang menjadi penopang IHSG, kompak naik.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat 4,38%, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melejit 3,42%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terapresiasi 2,92%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,05%.

Tidak hanya the big four di atas, saham big cap jasa transportasi online dan e-commerce PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga melesat 2,65%.

Saham raksasa lainnya, seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masing-masing naik 2,06% dan 0,24%.

Investor saham domestik memborong saham di BEI di tengah menghijaunya bursa global.

Dari asia, pagi ini, Nikkei 225 Index melesat 2,34%, Hang Seng Index naik 1,93%, Shanghai Composite Index terkerek 0,69%, dan Strait Times Index menguat 0,91%.

Sementara, dini hari tadi, bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street kompat melonjak. Dow Jones Index melejit 2,43%, S&P500 melompat 2,76% dan Nasdaq terbang 3,11%.

Menguatnya Wall Street terjadi seiring investor merespons positis atas kinerja keuangan bank kakap AS per semester I yang mengalahkan perkiraan analis. Dengan ini, kekhawatiran soal inflasi dan pengetatan kebijakan moneter ala The Fed sedikit mereda sejenak.

Pekan ini, perhatian investor saham domestik tertuju pada pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20-21 Juli atau Rabu-Kamis lusa.

Di tengah inflasi Amerika Serikat (AS) yang meninggi, yang dibarengi aksi kerek bunga agresif a la bank sentral AS (The Fed), dan juga kenaikan inflasi RI pada Juni lalu yang menjadi tertinggi sejak 2017, keputusan BI tentu dinanti investor.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, misalnya, mengatakan bahwa harus ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia terkait hal ini.

Menurutnya, yang paling utama yang harus dilakukan pemerintah adalah pemerintah melaluiBank Indonesiaharus menaikkan suku bunga.

\'\'Saran saya kenaikan ini sampai 50 basis point untuk RDG bulan Juli ini\'\' jelasnya kepada MPI, Sabtu (16/7/2022).

BI sendiri sudah menahan suku bunga di level 3,5% atawa terendah sepanjang sejarah selama 16 bulan beruntun. (ADF)

Disclaimer : Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Original Source

Topik Menarik

{