Loading...
Loading…
Wijaya Karya (WIKA) Jual Saham Jalan Tol Kunciran-Cengkareng Ke Jasa Marga Senilai Rp51,13 Miliar

Wijaya Karya (WIKA) Jual Saham Jalan Tol Kunciran-Cengkareng Ke Jasa Marga Senilai Rp51,13 Miliar

Powered by BuddyKu
Ekonomi | TrenAsia | Selasa, 05 Juli 2022 - 06:39

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan melepas kepemilikan sahamnya di Jalan Tol Kunciran-Batuceper-Cengkareng milik anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) senilai Rp51,13 miliar.

Transaksi afiliasi tersebut tidak termasuk transaksi material karena perbandingan antara nilai rencana transaksi dengan nilai ekuitas perseroan sebesar 0,29%.

Sedangkan ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021 tercatat senilai Rp17,43 triliun yang artinya transaksi ini tidak lebih dari 20% dari ekuitas perseroan. Jangan Sampai Nyasar, Ini 22 Jalanan di Jakarta yang Resmi Berganti Nama! Teknologi Terbaru, Militer Israel Bisa Melihat Tembus Tembok 7 Mobil Listrik Termahal di Dunia

Dilansir dari keterbukaan informasi, Senin, 4 Juli 2022, jumlah saham yang akan dijual perseroan sebanyak 3,46 juta lembar saham atau seluruh saham yang dimiliki WIKA di JKC.

Saham yang dijual oleh Wijaya Karya ini akan dibeli oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Transaksi ini dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli saham bersyarat per tanggal 23 Juni 2022.

Baca Juga :
Jasa Marga Ambil Alih Perusahaan Pengelola Jalan Tol Cengkareng-Kunciran dari Wika

Serta pelaksanaan tanda tangan akta jual beli saham pada Rabu, 29 Juni 2022 antara Wijaya Karya dan JSMR yang telah disepakati harga jual beli saham sebesar Rp51,13 miliar.

Untuk tanggal penyelesaian transaksi yang disepakati kedua perusahaan selambat-lambatnya dilakukan pada 30 Juni 2022 atau tanggal lain yang disepakati oleh kedua perseroan.

Untuk diketahui, Jalan Tol Kunciran - Cengkareng sudah dioperasikan sejak 1 April 2021 dengan panjang jalan tol 14,19 kilometer (km) terdiri dari delapan gerbang tol (GT) di antaranya GT Tanah Tinggi 1 dan 2, GT Buaran Indah 1 dan 2, dan GT Pinang 1, 2, 3, dan 4.

Kemudian JKC merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sahamnya dikendalikan secara tidak langsung oleh pemerintah yakni WIKA dan Jasa Marga.

Lebih rinci lagi, kepemilikan saham di JKC di antaranya Jasa Marga 76,43%, Synergy Quest 21,01%, Wijaya Karya 2,10%, Nindya Karya 0,32%, dan Istaka Karya sebesar 0,14%.

Original Source

Topik Menarik

{
{