Loading...
Loading…
Inflasi Tahunan Juni 2022 Tertinggi Sejak 5 Tahun, Bakal Naik Lagi?

Inflasi Tahunan Juni 2022 Tertinggi Sejak 5 Tahun, Bakal Naik Lagi?

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Sindonews | Sabtu, 02 Juli 2022 - 08:46

JAKARTA Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Indonesia pada Juni 2022 mencapai 4,35% secara tahunan (year on year/yoy). Pengamat ekonomi memproyeksikan kenaikan inflasi akan terjadi lagi jika kondisi penyebab inflasi tidak segera diatasi.

"Ya kalo kita lihat ini kan baru pertengahan tahun. Sekarang kalau kita lihat inflasi 4,35% yoy dan itu sudah di batas angka psikologis. Lalu secara bulanan (month-to-month/mtm) inflasi 0,61%. Nah, dari situ kan kita sudah bisa hitung (perkirakan)," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad kepada MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Sabtu (2/7/2022).

Menilik data inflasi hingga pertengahan tahun, jika dihitung-hitung maka inflasi bisa saja tembus di atas 6%. Dan itu pertama kali dalam sejarah nanti, sejak era inflasi rendah," tambahnya.

Tauhid mengatakan dalam kondisi seperti sekarang ini, pemerintah perlu mengendalikan komoditas yang menjadi penyebab inflasi mengalami kenaikan.

"Jadi saya kira itu harus diantisipasi dengan menyediakan cadangan terutama makan dan minuman. dan pemerintah harus melepasnya di pasar atau operasi pasar dan saya kira itu menjadi salah satu strategi," tuturnya.

Baca Juga :
10 Negara dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Dunia, Peringkat Pertama Capai 210 Persen

Selain itu, pemerintah harus memperbaiki jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan harga-harga mengalami kenaikan.

"Seperti kasus minyak goreng kan problemnya terkait distribusi. Saya kira yang lain juga seperti itu dan itu harus dikurangi sehingga bisa menekan dan bisa mengefesiensikan biaya logistik ataupun biaya distribusi," tandasnya.

Sebelumnya, BPS mencatat inflasi sebesar 4,35% pada Juni 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan inflasi tahunan yang berada di atas 4% ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2017 lalu.

"Inflasi kita secara yoy pada Juni 4,35% ini tertinggi sejak Juni 2017, di mana pada saat itu inflasi 4,37%," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (1/7/2022).

Adapun, penyumbang kenaikan inflasi tersebut yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47% atau terjadi inflasi 1,77% (mtm) serta komoditas cabai merah sebesar 0,24%.

(ind)

Original Source

Topik Menarik