Loading...
Loading…
Mengintip Bakat Mengagumkan Suku Asmat, Jago Mengukir hingga Bisa Meramal Cuaca

Mengintip Bakat Mengagumkan Suku Asmat, Jago Mengukir hingga Bisa Meramal Cuaca

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Indozone | Sabtu, 25 Juni 2022 - 14:08

Tak hanya mengukir, menganyam, menyanyi hingga menari sudah menjadi bagian dari kehidupan suku Asmat , yang tinggal di daerah eksotis bumi Papua .

Katanya, mereka mengukir berdasarkan bisikan-bisikan suara leluhur yang dipanggil oleh 'roh agung' bercerita. Semua ukiran tersebut dibuat dalam waktu yang cepat.

Menariknya, tak ada satupun ukiran yang sama. Bahkan, warna-warna yang digunakan saat mempercantik setiap garis dalam ukiran tersebut. Tak heran bila orang suku Asmat disebut sebagai pengukir hebat.

Namun, terlepas dari kemampuan mengukir tersebut, suku asmat sebenarnya punya banyak bakat yang jarang terekspos.

Anak Asmat tumbuh bersama air, mereka senang menghabiskan waktu yang cukup untuk berenang dalam waktu yang cukup lama bersama teman-temannya.

Mereka mampu menjadi layaknya perenang handal dan sanggup berenang melintasi jarak antar tepi rawa dengan daerah tempat tinggalnya yang lebih dari 80 meter setiap harinya.

Kemampuan bertahan di air dengan waktu yang cukup lama tersebut membuat mereka mampu menangkap ikan dan udang dalam jumlah yang banyak. Potret sejumlah warga Kampung Damen, Kabupaten Asmat, Papua yang pergi menangkap udang dekat rawa-rawa (22/6/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Baca Juga :
BI Ramal The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 7 Kali Tahun Ini

Padahal, mereka harus berenang di daerah pinggir rawa yang dipenuhi oleh pohon akar pandan berduri. Belum lagi banyaknya ular yang berenang di dalam air.

Tidak hanya itu saja, orang suku Asmat juga jago mendayung sampan atau perahu. Beberapa warga desa bisa mengendarai sampan atau perahu kecil hanya bermodalkan dua sampai empat dayung.

Selain itu, orang suku Asmat juga bisa meramal cuaca lewat hadirnya bintang di langit. Bila banyak bintang, mereka tahu bahwa hujan tidak akan turun karena cuaca cerah.

Sementara untuk mengetahui pasang surut air laut, mereka melihat secara jeli melalui terlihatnya pinggiran rawa yang berlumpur. Bila lumpur sudah terlihat, maka artinya air sedang surut.

Semua bakat-bakat yang dimiliki suku Asmat terbentuk secara alami. Bakat suku Asmat disebut harus diperkenalkan pada dunia. Terturtup rawa-rawa dan jauh dari pusat kota seharusnya tak menjadi penghalang membangun kesejahteraan suku Asmat. Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik