Loading...
Loading…
Waspada, Kalteng Masuk Daftar Provinsi Kasus Ternak Terpapar PMK

Waspada, Kalteng Masuk Daftar Provinsi Kasus Ternak Terpapar PMK

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Inews | Jumat, 24 Juni 2022 - 07:37

PALANGKA RAYA, iNews.id - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk daftar 19 provinsi di Indonesia yang hewan ternaknya terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Saat ini jumlah hewan ternak yang sakit mencapai 243 ekor.

Berdasarkan data dari siagapmk.id yang dirilis Kamis (23/6/2022), saat ini ada 3 kabupaten di Kalteng yang hewan ternaknya terinfeksi PMK yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat dengan jumlah hewan sakit 203 ekor, sembuh 115 ekor.

Kemudian Kabupaten Kotawaringin Timur, jumlah hewan sakit 46 ekor, sembuh 10 ekor. Di Kabupaten Sukamara jumlah hewan sakit 25 ekor dan sembuh 10 ekor.

Memang benar hal itu (adanya virus PMK ternak di Kalteng). Namun hingga saat ini masih belum ditemukan hewan mati akibat PMK, ucapnya dikutip dari portal resmi Pemprov Kalteng, Jumat (24/6/2022).

Bahkan di Palangka Raya, penyakit ini sudah menjangkiti 42 ekor sapi yang tertular. Dari jumlah itu 19 ekor sembuh dan sisanya 23 ekor masih dalam tahap penyembuhan.

Eko menambahkan, menghadapi Hari Raya Iduladha, sebagai langkah antisipasi Pemko Palangka Raya telah melakukan pendataan terhadap pedagang yang membuka lapak penjualan hewan kurban.

Baca Juga :
Imbas Penyakit Mulut dan Kuku, Pasokan Hewan Kurban Terancam

Di sana petugas melakukan penyemprotan disinfektan dan melakukan vaksinasi serta memasang spanduk imbauan agar bisa dilihat para pembeli dan penjual.

Saat ini, setelah pasokan dari Jawa Timur dihentikan akibat virus PMK, sapi didatangkan dari Kupang (NTT), Bali dan Sulawesi.

Kondisi ini mengakibatkan harga sapi meningkat karena adanya perhitungan biaya karantina selama 14 hari dan juga biaya transportasi.

Saat ini kenaikan harga per ekor mencapai Rp2,5 juta per ekor. Harga ini lebih mahal bila dibandingkan dengan tahun lalu (2021) sebesar Rp1,5 juta per ekor, katanya.

Original Source

Topik Menarik

{