Loading...
Loading…
Redenominasi Rupiah Jadi Prioritas Sri Mulyani 5 Tahun ke Depan

Redenominasi Rupiah Jadi Prioritas Sri Mulyani 5 Tahun ke Depan

Ekonomi | inewsid | Rabu, 08 Juli 2020 - 11:00

JAKARTA, iNews.id - Isu penyederhanaan jumlah angka pada mata uang atau redenominasi rupiah kembali mencuat. Kebijakan tersebut masuk dalam rencana strategi (renstra) Kementerian Keuangan lima tahun ke depan.

Renstra tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020 soal Renstra Kemenkeu 2020-2024. RUU Redenominasi bakal diminta menjadi prioritas DPR untuk dibahas dan disahkan.

"Urgensi pembentukan (RUU Redenominasi) menimbulkan efisiensi perekonomian berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya risiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang dan jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah, ujar Sri Mulyani dalam PMK tersebut, Rabu (8/7/2020).

Dalam kajian sebelumnya, redenominasi rupiah akan menghilangkan tiga angka nol di belakang dalam nominal. Redenominasi berbeda dengan sanering karena tidak mengurangi nilainya.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo membenarkan RUU Redenominasi Rupiah masuk dalam renstra Kemenkeu lima tahun ke depan. "Kalau di PMK 77 memang begitu isinya," katanya.

Isu redenominasi rupiah telah bergulir sejak satu dekade lalu. Saat Darmin Nasution menjadi Gubernur Bank Indonesia, dia mengusulkan pemangkasan tiga digit dari Rp1.000 menjadi Rp1.

Rencana itu bahkan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2013 sampai dibentuk panitia khusus (panitia khusus) RUU Redenominasi. Sayangnya, pembahasan redenominasi tak dilanjutkan.

Pada 2017, rencana itu kembali mengemuka saat bank sentral dipimpin Agus DW Martowardojo. Namun, wacana itu tak didukung oleh pemerintah untuk dibahas bersama DPR.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{