Loading...
Loading…
Peringatan Bank Dunia Bikin Was-Was

Peringatan Bank Dunia Bikin Was-Was

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Okezone | Kamis, 09 Juni 2022 - 05:04

JAKARTA - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 2,9%. Banyak faktor yang membuat Bank Dunia menurunkan prediksinya tersebut, di antaranya invasi Rusia ke Ukraina.

Bank Dunia menilai perang di Ukraina telah memperbesar perlambatan ekonomi global, yang sekarang memasuki apa yang bisa menjadi periode pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang berlarut-larut.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pertumbuhan global sedang dihantam oleh perang, penguncian Covid baru di China, gangguan rantai pasokan dan meningkatnya risiko stagflasi, periode pertumbuhan lemah dan inflasi tinggi yang terakhir terlihat pada 1970-an.

"Bahaya stagflasi cukup besar hari ini," tulis Malpass dalam kata pengantar laporan tersebut.

"Pertumbuhan yang lemah kemungkinan akan bertahan sepanjang dekade karena investasi yang lemah di sebagian besar dunia. Dengan inflasi yang sekarang berjalan pada level tertinggi selama beberapa dekade di banyak negara dan pasokan diperkirakan tumbuh lambat, ada risiko bahwa inflasi akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," sambungnnya.

Adapun pertumbuhan global bisa turun menjadi 2,1% pada 2022 dan 1,5% pada 2023, mendorong pertumbuhan per kapita mendekati nol, jika risiko penurunan terwujud.

Antara 2021 dan 2024, laju pertumbuhan global diproyeksikan melambat sebesar 2,7 poin persentase, kata Malpass, lebih dari dua kali perlambatan yang terlihat antara 1976 dan 1979.

Bank memperkirakan penurunan pertumbuhan global menjadi 2,9% pada 2022 dari 5,7% pada 2021, turun 1,2 poin persentase dari perkiraan Januari, dan mengatakan pertumbuhan kemungkinan akan mendekati level itu pada 2023 dan 2024.

Original Source

Topik Menarik