Loading...
Loading…
Tuntut Pembayaran Gaji, Puluhan Karyawan PT TNB Merasa Dipermainkan

Tuntut Pembayaran Gaji, Puluhan Karyawan PT TNB Merasa Dipermainkan

Ekonomi | beritamusi.co.id | Jumat, 27 Mei 2022 - 21:00

Lahat | Puluhan mantan karyawan dan karyawan PT Tritama Niaga Berjaya (TNB) subkon beberapa IUP perusahaan tambang batubara di Kabupaten Lahat, menggeruduk kantor TNB.

Puluhan pekerja yang mayoritas warga di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat ini menuntut hak pembayaran gaji yang belum dibayarkan pihak perusahaan.

Pantauan, puluhan pekerja ini sempat mendatangi kantor PT TNB di Kelurahan Bandar Jaya, kecamatan Kota Lahat, namun kantor dalam kondisi terkunci. Hingga berujung puluhan pekerja itu mendatangi mes PT TNB, di Jalan Sidodadi, Kelurahan Bandar Jaya, guna mendapatkan kejelasan dari Eko Bambang, selaku Projek Manager PT TNB, terkait pembayaran gaji.

Evan salah satu karyawan PT TNB menuturkan, pihaknya hanya menuntut pembayaran gaji kepada PT TNB, pasalnya selama ini hanya dijanjikan saja.

Bahkan ada yang sudah dua tahun dijanjikan, tapi belum juga dibayarkan. Belum ada kejelasan sampai saat ini, bahkan Eko selaku Projek Manager PT TNB mengaku sudah dinonaktifkan perusahaan, tutur Evan, Jumat (27/5).

Evan menambahkan, setelah dinonaktifkan dari perusahaan, Eko menyarankan jika tidak ada penyelesaian, pekerja dipersilakan menyita alat berat perusahaan sebagai jaminan.

Baca Juga :
7 Bulan Belum Terima Gaji, Bagaimana Nasib Karyawan PT Inti

Kali kita menyita alat berat, kita bisa saja disalahkan oleh hukum. Apa dasarnya Eko yang dinonaktifkan menyarankan itu. Saat ini kita sedang mengejar SK pemberhentian Eko, dan mengirimi HO PT TNB untuk permasalahan ini, ucapnya.

Sebelumnya, juga sempat terjadi aksi dari sejumlah karyawan dari pihak karyawan serta vendor mekanik alat berat di lokasi tambang. Mereka juga menuntut pembayaran gaji dari pihak perusahaan. Bahkan untuk vendor mekanik alat berat, belum terbayarkan dari bulan Oktober tahun 2021 lalu.

Untuk vendor mekanik ada empat pekerja, dan baru dibayarkan Rp 4 juta. Kami sudah bekerja hingga 300 jam, jika dihitung perorang Rp 20 juta, tegas Gunawan.

Disisi lain, Eko selaku Projek Manager PT TNB mengelak disebut belum ada pembayaran gaji, yang ada menurutnya hanya keterlambatan. Ia menjanjikan pembayaran akan dilakukan secara rapel nantinya. Kalau soal itu (vendor mekanik), saya tidak tahu, elak Eko. (Sfr)

Original Source

Topik Menarik

{