Loading...
Loading…
Ini Perbedaan Perdagangan Berjangka Bitcoin di Binance, KuCoin, dan CoinEx

Ini Perbedaan Perdagangan Berjangka Bitcoin di Binance, KuCoin, dan CoinEx

Ekonomi | gatra.com | Kamis, 26 Mei 2022 - 08:16

Jakarta, Gatra.com Co Founder CEO CoinEx, Haipo Yang, mengatakan, banyak bursa kripto yang menawarkan perdagangan kripto, termasuk Bitcoin (BTC). Menurutnya, terdapat sejumlah perbedaan mencolok antara Binance, KuCoin, dan CoinEx.

Sebelum mengetahui perbidangan ketiganya, ujar Yang dalam keterangan pers diterima pada Kamis (26/5), perlu mengetahui apa sebenarnya perbedaan antara spot market dan futures market kripto.

Yang menjelaskan, terdapat perbedaan utama antara pasar spot dan futures. Dalam perdagangan spot, pengguna hanya bisa mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan harga, sementara di futures, pengguna dapat meraih keuntungan dari naik turunnya harga kripto di pasar spot, selama arahnya benar.

Saat melakukan perdagangan berjangka, pengguna dapat memilih dari dua posisi sekaligus, yakni posisi Long untuk proyeksi harga yang naik atau posisi Short untuk proyeksi harga yang turun. Di sini juga berlaku fitur leverage (daya ungkit) terhadap modal trader sehingga menjadi lebih besar.

Binance Pasar berjangka kripto di Binance, yang terutama mencakup USDT-M Futures (kontrak linear), Coin-M Futures (kontrak terbalik), Token Binance Leveraged dan Binance Options. Lebih khusus lagi, pengguna dapat memperdagangkan USDT-M Futures dan Coin-M Futures langsung di laman web Binance. Untuk memperdagangkan Opsi Binance, investor juga harus mengunduh aplikasi Binance.

Baca Juga :
CoinEx jadi Bursa Kripto yang Aman, Stabil dan Efisien

Adapun Token Leveraged Binance, karena tidak ada panduan operasi, pemula yang tidak terbiasa dengan token leverage mungkin akan bingung di awal.Misalnya untuk USDT-M Futures dan pasar berjangka BTC/USDT. Pada laman terlihat di sisi kiri menunjukkan kondisi pasar saat ini dan book order, sementara pengguna dapat memilih model margin dan jenis order di sisi kanan.

Di Binance, pengguna dapat menempatkan 7 jenis order , termasuk Limit, Market, Stop Limit, dan lain-lain serta memilih untuk posisi long ataupun short. Setelah membuka posisi, mereka dapat memeriksa open order dan riwayat perdagangan di bagian bawah halaman.

Perlu dicatat bahwa pengguna harus melalui otentikasi know your customer (KYC) sebelum melakukan perdagangan berjangka di Binance. Selain itu, untuk memulai produk dan layanan Binance (misalnya, deposit, perdagangan, dan penarikan kripto), baik pengguna lama maupun baru harus terlebih dahulu memenuhi KYC tersebut.

Baca Juga :
Kapitalisasi Pasar Aset Kripto Dekati Rp40 Ribu Triliun

Secara keseluruhan, kata Yang, Binance memang menawarkan kelengkapan untuk perdagangan berjangka kripto, namun masalahnya tidak ada panduan pengoperasian dan pengguna perlu meluangkan waktu ekstra untuk mempelajari caranya.

Pada saat yang sama, untuk berdagang futures di Binance, pengguna harus menyelesaikan otentikasi KYC. Selain itu, mereka juga harus berhati-hati dengan platform, karena menghadapi banyak masalah perlindungan hak pengguna, termasuk manipulasi grafik candlestick dan likuidasi posisi yang berbahaya.

KuCoin KuCoin, lamanya mirip dengan dengan Binance namun terdapat tambahan fungsi, mulai dari kalkulator kontrak hingga Take Profit & Stop Loss. Namun, di KuCoin, trader hanya dapat menempatkan limit/stop order.

KuCoin hanya menyediakan kurang dari 100 pasar futures dengan margin USDT yang menunjukkan kurangnya keragaman. Selain itu, aset senilai US$280 juta dicuri dari KuCoin pada September 2020, yang menandai peretasan kripto terbesar tahun itu, menjadi catatan tersendiri oleh pengguna.

CoinEx Adapun di CoinEx, semua kontrak kripto adalah kontrak futures. Pengguna dapat memperdagangkan kontrak linier/terbalik (setara dengan USDT-M futures dan Coin-M futures di Binance dan KuCoin). Pengguna dapat mengklik Future di bilah navigasi untuk memulai perdagangan berjangka.

Halaman futures CoinEx sederhana dan ringkas, dengan segmen yang jelas. Tidak seperti Binance atau KuCoin, CoinEx menawarkan empat jenis kontrak berjangka, yakni limit order, market order, stop-limit order, dan stop-market order, katanya.

Yang mengingatkan, perlu dicatat bahwa CoinEx menempatkan Tutorial Berjangka di bagian atas pengaturan order untuk membantu pengguna mempelajari cara berdagang futures hanya dengan menonton video tutorial dan menyelesaikan kuis.

Tutorial Berjangka memungkinkan pengguna untuk memulai perdagangan futures di CoinEx dengan cepat dan nyaman, ujar Yang.

CoinEx juga menawarkan fungsi seperti TP & SL dan kalkulator kontrak. Selain itu, platform ini memungkinkan pengguna untuk menutup posisi dengan satu klik. Secara keseluruhan, halaman berjangka CoinEx lebih mudah daripada Binance atau KuCoin, dan lebih mudah dilihat.

Selain itu, CoinEx tidak mengharuskan trader untuk melalui otentikasi KYC, yang lebih nyaman bagi orang-orang seperti Anda. Untuk membuka posisi dan memulai perdagangan futures di CoinEx, pengguna hanya perlu masuk ke akun CoinEx mereka dan mentransfer aset ke akun futures, ujarnya.

Baca Juga :
JPMorgan: Bitcoin Bisa Tembus hingga Rp2 Miliar Per Koin

Menurut Yang,CoinEx juga sangat aman karena tidak pernah diretas dalam 5 tahun terakhir sejak awal. Sebagai bursa yang meyakinkan, CoinEx didukung oleh produk dan teknologi yang kuat, serta keamanan aset yang ditingkatkan.

Original Source

Topik Menarik

{
{