Loading...
Loading…
Tren Karyawan Berpindah Kerja Makin Meningkat, Ini Sebabnya

Tren Karyawan Berpindah Kerja Makin Meningkat, Ini Sebabnya

Powered by BuddyKu
Ekonomi | IDX Channel | Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:57

IDXChannel - Sebagian besar perusahaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus mengalami tren peningkatan perputaran arus keluar-masuk karyawan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ketidakpuasan terhadap gaji yang diterima dari perusahaan lama dan adanya tawaran benefit yang lebih menggiurkan dari perusahaan baru menjadi dua alasan paling dominan digunakan oleh karyawan memutuskan berpindah tempat kerja.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini, karena secara tren (karyawan berpindah tempat kerja) dari tahun ke tahun terus meningkat. Kami telah melakukan yang terbaik untuk mendukung perusahaan dengan mencoba membantu mengatasi beberapa masalah terbesar mereka, termasuk tingkat perputaran dan retensi karyawan," ujar CEO Wagely, Tobias Fischer, dalam keterangan resminya, Jumat (20/5/2022).

Wagely sendiri merupakan perusahaan startup platform kesejahteraan keuangan yang menawarkan Earned Wage Access (EWA) atau akses upah instan bagi karyawan. Menurut Tobias, munculnya tren perpindahan karyawan yang semakin meningkat diantaranya terjadi lantaran masih banyak perusahaan hingga saat ini masih ngotot menawarkan benefit tradisional bagi karyawannya.

Baca Juga :
Pasca Lebaran, Jumlah Karyawan Berpindah Kerja Makin Meningkat

Sedangkan dengan segala perubahan jaman yang terjadi, ada banyak kebutuhan dan keinginan seorang karyawan yang semakin beragam dan tidak lagi terjawab dengan sistem benefit tradisional. Terkait hal itu, karyawan sepenuhnya tahu persis apa yang mereka harapkan dapat dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Sistem benefit tradisional ini, tidak hanya mengakibatkan perusahaan kehilangan talenta-talenta terbaiknya, tapi juga membuat karyawan yang masih bertahan (belum resign) jadi semakin tidak termotivasi dan tidak happy dengan pekerjaan mereka. Ini karena benefit yang diberikan tidak tepat, dan tidak sesuai dengan harapan mereka," tutur Tobias.

Padahal bila perusahaan mau mempertimbangkan sistem pemberian benefit yang lebih out of the box dan sesuai dengan harapan karyawan, menurut Tobias, hal itu secara efektif dapat memperkuat ikatan antara perusahaan dengan karyawannya. Karena merasa lebih terikat, maka peluang karyawan bertahan lebih lama menjadi semakin membesar.

"Karena mereka puas dengan pekerjaan mereka dan apa yang mereka dapat dari perusahaan. At the end, karyawan semakin loyal dan lebih tidak mudah tergoda dengan tawaran benefit lebih dari perusahaan lain," tegas Tobias. (TSA)

Baca Juga :
Nasib Ribuan Karyawan Unilever di Ujung Tanduk: PHK Besar-Besaran!

Original Source

Topik Menarik

{
{