Loading...
Loading…
Begini Cara Menghitung PBV Saham yang Perlu Dipahami Investor

Begini Cara Menghitung PBV Saham yang Perlu Dipahami Investor

Powered by BuddyKu
Ekonomi | IDX Channel | Minggu, 15 Mei 2022 - 07:19

IDXChannel - Salah satu komponen dalam cara menghitung PBV saham atau Price to Book Value adalah nilai buku suatu perusahaan (book value). Price to book value (PBV) adalah rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur apakah suatu saham layak dibel

Sebagai rasio keuangan, PBV juga dapat digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan sehingga Anda dapat melihat kondisi keuangan perusahaan tempat Anda ingin membeli saham. Rasio PBV ini dapat memberi Anda gambaran tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan nilai dari modal yang diinvestasikan.

PBV saham juga bertujuan untuk memperkirakan harga saham saat ini dan melihat berapa banyak pemegang saham yang berkontribusi terhadap kekayaan bersih perusahaan.

Dengan menghitung PBV, investor dapat melihat apakah harga pasar saham saat ini sesuai dengan nilai buku perusahaan. PBV membantu kita melihat saham mana yang kita inginkan dalam kategori overvalued atau undervalued sehingga Anda tahu apakah harga saham saat ini berada di atas atau di bawah nilai aset perusahaan.

Untuk lebih memahami cara penghitungan PBV, berikut adalah ilustrasi contoh cara penghitungan PBV pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Baca Juga :
2 Jenis Analisa Saham yang Harus Dipahami Pemula Serta Indikatornya

Cara Menghitung PBV Saham

Mengutip berbagai sumber, berdasarkan laporan keuangan tahunan BBRI tahun 2021, diperoleh data sebagai berikut:

Nilai ekuitas = Rp288,73 triliun

Harga saham per lembar = Rp4.550 (per 25 Februari 2022)

Jumlah saham beredar = 158 miliar

Nah, dengan menggunakan rumus sebelumnya

Book Value per share (BV) -> Rp288,73 triliun / 158 miliar = Rp1.82

Price to Book Value (PBV) -> Rp4.550 / Rp1.828 = 2,4

Maka, diperoleh nilai PBV saham BBRI sebesar 2,49. Angka ini mungkin bagi sebagian investor saham dirasa terlalu mahal.

Namun, jika kita coba bandingkan dengan rata-rata PBV industri perbankan saat ini, yaitu 2,1 (berdasarkan data Stockbit) dan juga mempertimbangkan kinerja BIS Bank yang kuat hingga saat ini, terus mencatat Jika laba bersih stabil, PBV sebesar 2,4 di atas mungkin normal untuk saham BBRI

Itu semua tergantung dari cara pandang yang digunakan investor dalam menilai saham BBRI. Oleh karena itu, untuk hasil analisa harga saham yang lebih akurat sebaiknya tidak hanya mengandalkan metode perhitungan PBV saja, tetapi bisa menggabungkan dengan metode penilaian saham lainnya seperti rasio PER (Price to Earning), PEG (Price-to-Earnings Growth) dan lain-lain. (SNP)

Baca Juga :
Apa Itu Value Investing? Yuk, Bongkar Rahasia Investasi ala Lo Kheng Hong!

Original Source

Topik Menarik

{