Loading...
Loading…
Biar Gak Boncos, Yuk Kenali Aturan 50/30/20 untuk Atur Keuangan

Biar Gak Boncos, Yuk Kenali Aturan 50/30/20 untuk Atur Keuangan

Powered by BuddyKu
Ekonomi | IDX Channel | Minggu, 15 Mei 2022 - 04:19

IDXChannel Apa itu peraturan 50/30/20 dalam anggaran pengeluaran dan tabungan akan diulas dalam artikel ini. Prinsip 50/30/20 bisa digunakan untuk membantu mengatur keuangan bulanan Anda.

Prinsip 50/20/30 dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren dan putrinya, dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Aturan dasar ini bertujuan untuk membagi pendapatan setelah pajak, mengalokasikan 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan.

Berikut peraturan 50/30/20 dalam anggaran pengeluaran dan tabungan seperti dilansir simulasikredit, Jakarta, Sabtu (14/5/2022):

1. Hitung Penghasilan Setelah Pajak

Penghasilan setelah pajak merupakan sisa gaji setelah membayar pajak. Misalnya seperti pajak daerah, pajak penghasilan, jaminan sosial, dan lain sebagainya.

2. Batasi Kebutuhan hingga 50% dari Penghasilan Setelah Pajak

Anda harus menghitung berapa banyak uang yang dihabiskan untuk kebutuhan setiap bulannya. Misalnya seperti untuk makanan, tempat tinggal, asuransi kesehatan, dan kendaraan termasuk ke dalam kebutuhan.

3. Batasi Keinginan hingga 30%

Keinginan bukan termasuk pemborosan. Di mana, keinginan juga akan memberikan kenyamanan dasar dalam kehidupan.

Baca Juga :
Ini Alasan Mengapa Kasus Penipuan Keuangan di Indonesia Tinggi

Misalnya seperti paket internet super cepat, saluran TV kabel, perbaikan/modifikasi kendaraan, dan lain-lain.

4. Sisihkan 20% untuk Menabung dan Bayar Cicilan/Utang

Sisihkan 20% dari pendapatan setelah pajak untuk membayar utang dan menabung. Jika Anda memiliki saldo kartu kredit, pembayaran minimum termasuk ke dalam kebutuhan dengan hitungan 50%.

Sementara, tambahan apapun dalam pembayaran utang masuk ke kategori 20%.

(IND)

Original Source

Topik Menarik

{