Loading...
Loading…
Soal Program KBLBB dan Kompor Induksi di Jatim, Anak Perusahaan PLN Ini Jamin Pasokan Listrik Aman

Soal Program KBLBB dan Kompor Induksi di Jatim, Anak Perusahaan PLN Ini Jamin Pasokan Listrik Aman

Ekonomi | wartaekonomi | Jumat, 13 Mei 2022 - 10:05

Guna implementasi Surat Edaran (SE) dari Gubernur Jatim No. 671/85/124.3/2022, yakni tentang imbauan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan kompor induksi di wilayah Jawa Timur (Jatim), PT PLN UID Jatim terus mendukung langkah pemerintah provinsi (pemprov) Jatim dalam penggunaan transportasi serta kebutuhan rumah tangga berbasis listrik tersebut.

Menurut General Manager PLN UID Jatim, Lasiran, program tersebut selaras dengan semangat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai ( Battery Electric Vehicle ) untuk Transportasi Jalan.

Apalagi kata Lasiran, pertumbuhan konsumsi listrik di Jatim sebesar 4,62 persen pada Bulan April 2022, PLN Grup Jatim yakni, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) berkomitmen penuh menyediakan tenaga listrik yang andal dan berkualitas untuk mendorong pembangunan ekonomi di Jatim.

"Kami memiliki program Nyaman Kompor Induksi berupa tambah daya hanya sebesar Rp150.000 bagi rumah tangga yang membeli kompor induksi melalui partner yang memiliki kerja sama dengan PLN. Kami juga memiliki layanan Super Everyday, layanan home charging bagi pengguna kendaraan listrik dan masih banyak program lainnya yang tentunya akan mendukung ekosistem kendaraan listrik dan pengurangan emisi karbon di Jatim," tegas Lasiran di Surabaya, Kamis (12/5/2022) kemarin.

Baca Juga :
Konversi LPG ke Kompor Listrik, Segini Penghematan yang Bisa Dilakukan Negara per Tahun

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim Nurkholis mengatakan, pihaknya menyambut baik peran PLN Grup Jatim dalam keterlibatannya mengembangkan potensi perekonomian di wilayah Jatim melalui penyediaan suplai tenaga listrik

"Kami mengapresiasikan PT PLN Group Jatim yang telah menyediakan ruang untuk mengomunikasikan beragam isu-isu, khususnya kelistrikan. Pada kesempatan ini, kami mengharap seluruh instansi, BUMN, dan lainnya turut berperan dalam memasifkan penggunaan kompor induksi, membangun ekosistem kendaraan listrik di masing-masing wilayah, serta mendukung pengurangan emisi karbon," ujar Nurkholis.

Selain itu, Nurkholis berharap agar PLN meningkatkan daya mampu pembangkit untuk kepulauan-kepulauan di Jatim sehingga pasokan listrik semakin andal.

Baca Juga :
Pemakaian Kompor Listrik Menghemat Uang Negara hingga Rp670 Miliar

"Kami mengapresiasi komitmen dan peran PLN Grup di Jatim untuk pembangunan kelistrikan dan upaya melistriki wilayah-wilayah, serta beragam program seperti sambung listrik gratis dan seterusnya. PLN selama ini pun aktif mendukung beragam program pemerintah. Semoga melalui momen ini dapat mengeratkan sinergi dengan tujuan utama mendorong berputarnya roda perekonomian, khususnya pembangunan untuk Jatim bangkit," sambung Nurkholis.

Sementara itu, Manager PLN UIT JBM, Didik Fauzi Dakhlan menjelaskan, pemeliharaan jaringan tentunya dilakukan mulai dari pemeliharaan rutin hingga yang membutuhkan penanganan lebih intensif oleh pasukan elite PLN, Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

"Sebagai komitmen PLN untuk mendukung tingkat kebutuhan akan energi listrik di Jatim, PLN telah melakukan penambahan Interbus Trafo (IBT) 500 kV yang berada di Grati dan rekonduktoring jalur 150 kV Perak-Ujung," jelas Didik.

Hal senada juga dipaparkan General Manager PLN UIP JBTB, Muhammad Ramadansyah, PLN terus menggencarkan pembangunan kelistrikan berwawasan lingkungan.

"Untuk memperkuat sistem kelistrikan di Jatim, kami telah menambah kapasitas transmisi dan penambahan kapasitas gardu induk, di antaranya pembangunan transmisi 150 KV Tanggul-Puger, transmisi 150 KV New Kediri-New Tulung Agung-New Wlingi, pembangunan Gardu Induk 150 KV kawasan industri Sidoarjo, pembangunan gardu induk 150 KV new Tulungagung dan seterusnya," pungkas Muhammad Ramadansyah.

Original Source

Topik Menarik