Loading...
Loading…
BNI Kolaborasikan Program Pelatihan dan Pendanaan Dorong Kinerja UMKM

BNI Kolaborasikan Program Pelatihan dan Pendanaan Dorong Kinerja UMKM

Ekonomi | republika | Kamis, 12 Mei 2022 - 22:12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (BNI) Muhammad Iqbal mengatakan BNI fokus membantu UMKM untuk mengukir prestasi di tengah Covid-19 baik melalui pendanaan maupun pelatihan.

"Kami juga menyediakan Xpora Training & Financing untuk mendukung UMKM agar semakin familiar dengan ekspor. Apalagi perdagangan internasional makin berkembang dan hal ini menjadikan BNI makin confident," kata Iqbal dalam Tempo BNI Bilateral Forum 2022 sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Ke depan, BNI akan mendukung pelaku UMKM untuk lebih produktif melalui pendampingan kepada UMKM serta dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Adapun sepanjang kuartal I 2022, portofolio kredit UMKM BNI tumbuh positif sebesar Rp 115,3 triliun yang menyentuh 414.444 pelaku UMKM dengan pertumbuhan didorong oleh semakin pulihnya ekonomi Indonesia pascapandemi.

Proporsi kredit UMKM BNI per Oktober 2021 didominasi segmen kredit kecil yaitu sebesar 63,7 persen atau Rp 73,7 triliun dan diikuti segmen menengah 35,6 persen atau Rp 41,2 triliun dan kredit mikro 0,8 persen atau Rp 0,9 triliun. Iqbal menyampaikan BNI percaya pada kapasitas pemain UMKM Tanah Air yang saat ini kian berkembang. Kredit UMKM BNI berhasil menyumbang sebesar 10,3 persen dari total kredit UMKM nasional per Oktober 2021.

Baca Juga :
Gandeng Swasta, Kemendag Buat Pelatihan Ekspor UMKM Skala Nasional

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap pelaku UMKM tidak hanya dipandang sebagai pemain atau segmen informal semata, tetapi juga bisa menjadi sektor formal untuk berkontribusi bagi ekonomi. Ia juga mengajak berbagai kerja sama untuk UMKM dapat diperkuat.

"Melihat 97 persen lapangan pekerjaan disediakan oleh UMKM, jadi bagaimana pemerintah tidak melihat UMKM hanya sebagai bumper ekonomi, tak bisa kita hanya menunggu sektor formal itu tumbuh, melainkan ubah paradigma agar bagaimana menguatkan UMKM yang ada," ungkapnya.

Original Source

Topik Menarik

{