Loading...
Loading…
Ada Virus Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak, Jangan Konsumsi Daging di Bagian Ini

Ada Virus Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak, Jangan Konsumsi Daging di Bagian Ini

Ekonomi | inewsid | Kamis, 12 Mei 2022 - 11:24

JAKARTA, iNews.id - Menterian Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meminta masyarakat selektif mengonsumsi daging sapi terkait dengan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah di beberapa daerah.

Menurut dia, penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi tidak menular ke manusia. Bahkan manusia masih aman untuk mengonsumsi daging saat ini.

Hanya saja, Mentan SYL mengimbau agar masyarakat selektif dalam mengonsumsi bagian-bagian daging sapi. Pasalnya, tidak semua bagian tubuh ternak sapi bisa dikonsumsi dengan aman, di tengah wabah PMK saat ini.

Dia menjelasjan, ada beberapa bagian daging pada hewan ternak yang memiliki potensi besar terdapat virus PMK. Oleh karenanya beberapa bagian daging saat ini di sarankan untuk dikonsumsi.

"Virus ini tidak menular manusia, dagingnya masih aman dikonsumsi dengan aman oleh manusia, namun ada beberapa bagian yang harus di hindari," ujar Mentan dalam konferensi persnya, Rabu (11/5/2022).

Seperti diketahui virus PMK menyerang beberapa bagian tubuh hewan, seperti mulut dan kuku dari hewan ternak. Oleh sebab itu Mentan tidak menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi daging di bagian Mulut, dan Kaki Sapi.

Baca Juga :
Bahaya Wabah PMK! Jangan Konsumsi Daging Sapi di Bagian Ini

"Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena PMK, misalnya organ tertentu seperti kaki, jeroan tidak boleh, mulut seperti lidah, itu tidak direkomendasi," kata Mentan.

Bagian di organ tubuh tersebut menurut Mentan bagian yang paling terserang oleh virus, maka daging disekitar organ tersebut harus dihindarkan, selain kolesterol tinggi, saat ini ada virus PMK.

"Tetapi yang lain masih bisa direkomendasikan, dagingnya masih bisa dimakan," ungkap Mentan.

Untuk menjamin pendistribusian daging sapi yang beredar di pasar, Mentan mengatakan Jajarannya akan mengawal ketat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan standar kesehatan yang direkomendasikan.

Original Source

Topik Menarik