Loading...
Loading…
Wow, Manajemen Lalu Lintas Mudik Lebaran Tahun Ini Didukung 1.970 CCTV

Wow, Manajemen Lalu Lintas Mudik Lebaran Tahun Ini Didukung 1.970 CCTV

Ekonomi | inewsid | Minggu, 08 Mei 2022 - 17:11

JAKARTA, iNews.id - Manajemen lalu lintas mudik lebaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena menggunakan teknologi canggih. Salah satunya adalah didukung 1.970 CCTV untuk memantau kepadatan arus lalu lintas.

Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, mengatakan manajemen lalu lintas mudik lebaran tahun ini menggunakan konsep Intelligent Transportation System (ITS) di Jasa Marga Tollroad Command Centre (JMTC).

Dia menjelaskan, JMTC sebagai "the eye of the tollroad" yang berfungsi mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber.

Untuk mendukung fungsi tersebut, Jasa Marga menggunakan 1.970 CCTV, di mana 39 diantaranya merupakan CCTV alatytic traffic counting. Selain itu, JMTC juga didukung 26 speed camera, 19 RTMS (Remote Traffic Microwave Sensor), 7 WIM (Weigh in Motion) dan juga informasi dari laporan petugas di lapangan serta informasi dari pelanggan melalui call center 14080.

Informasi tersebut selanjutnya diolah dan disampaikan kembali hasilnya kepada pimpinan puncak untuk pengambilan keputusan serta kepada pengguna jalan tol untuk membantu mereka dalam merencanakan perjalanan.

Baca Juga :
Kemenhub dan Polri Lakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Masa Mudik Lebaran

"JMTC dilengkapi dengan ATMS (Advanced Traffic Management System), yaitu sebuah sistem yang akan menganalisis kondisi kepadatan di jalan tol dengan menghitung data volume kendaraan, dibandingkan dengan kapasitas jalan tol," papar Heru, Minggu (8/5/2022).

Dia mengungkapkan, saat volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas, maka sistem akan memberikan peringatan kepada petugas untuk selanjutnya dilakukan rekayasa lalu lintas, seperti contra flow, ramp metering, atau one way.

Selain untuk pengambilan keputusan, hasilnya juga diberikan kepada pengguna jalan tol, melalui 235 buah DMS (Dynamic Message Sign) yang ada di jalan tol Jasa Marga, dan melalui mobile apps Jasa Marga, yaitu Travoy 3.0.

Dalam penanganan arus mudik lebaran, penggunaan JMTC ini membantu dengan menginformasikan secara real time. Jika kapasitas lajur atau kapasitas gerbang sudah terpenuhi 60 persen dari kapasitas terpasang, maka akan diambil keputusan oleh Kepolisian sebagai pemegang diskresi, untuk melalukan rekayasa lalu lintas.

"Penggunaan teknologi melalui keberadaan JMTC ini, sejalan dengan inovasi Jasa Marga untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan diatas standar yang ditetapkan Pemerintah," tutur Heru.

Baca Juga :
Masih Ada yang Bandel, Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik 21 Mei

Original Source

Topik Menarik

{