Loading...
Loading…
Minyak Minyak Dunia Anjlok Usai Badan Energi Internasional Lepas Cadangan

Minyak Minyak Dunia Anjlok Usai Badan Energi Internasional Lepas Cadangan

Ekonomi | okezone | Kamis, 07 April 2022 - 07:26

JAKARTA - Harga minyak dunia turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia turun setelah negara-negara konsumen besar mengatakan akan melepas minyak dari cadangan untuk melawan pengetatan pasokan dan risalah yang hawkish dari bank sentral AS mendukung dolar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni terperosok USD5,57 atau 5,2% menjadi USD101,07 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei kehilangan USD5,73 atau 5,6% menjadi ditutup di USD96,23 per barel di New York Mercantile Exchange.

Aksi jual mengalami percepatan hingga penutupan, meninggalkan harga acuan Brent dan WTI pada level penutupan terendah sejak 16 Maret.

Negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan 120 juta barel dari cadangan strategis (SPR) untuk menahan kenaikan harga. Pelepasan tersebut akan mencakup 60 juta barel dari Amerika Serikat, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Komitmen itu merupakan bagian dari pengumuman AS sebelumnya tentang pelepasan cadangan 180 juta barel.

Ini adalah kedua kalinya IEA merilis cadangan tahun 2022 dan secara efektif meningkatkan pasokan di seluruh dunia sekitar 2 juta barel per hari setidaknya selama dua bulan ke depan, saat dunia mencoba mengatasi potensi kehilangan minyak Rusia. Kelompok ini secara kolektif memiliki sekitar 1,5 miliar barel cadangan strategis.

Baca Juga :
Negara Maju Buat Siasat, Harga Minyak Dunia Awal Pekan Anjlok

Pasar minyak mentah telah melalui minggu penuh volatilitas, dengan harga melonjak di tengah kekhawatiran pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi berikutnya di Moskow oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Akhir-akhir ini pasar telah berbalik arah menyusul rilis cadangan bersama dengan kekhawatiran perlambatan permintaan di China, di mana pandemi yang bangkit kembali telah mendorong penguncian kota-kota termasuk Shanghai.

Original Source

Topik Menarik