Jika Masih PSBB, Ekonomi RI Bisa Minus di Kuartal II-2020?

Ekonomi | okezone | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 12:08
Jika Masih PSBB, Ekonomi RI Bisa Minus di Kuartal II-2020?

JAKARTA - Pertumbuhan di triwulan pertama memang masih lebih baik dibandingkan beberapa negara seperti Amerika Serikat hingga China. Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 2,97%

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, meskipun ekonomi RI masih lebih baik namun bukan berarti akan terus selamanya berjalan mulus. Sebab jika situasi seperti ini terus berlanjut ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus di kuartal II-2020 mendatang.

Apalagi jika kebijakan penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terus dijalankan. Maka bukan tidak mungkin ekonomi akan tumbuh negatif karena tidak ada kegiatan ekonomi yang dilakukan.

"Pemerintah sadar bahwa keadaan akan berbalik menyusul penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang dimulai pekan kedua April 2020, terutama di Jakarta dan sejumlah kota lain di pulau Jawa. Penerapan PSBB itu bisa menyebabkan ekonomi RI tumbuh negatif pada kuartal II 2020," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).

 

Menurut Bamsoet, beberapa negara bahkan sudah mulai menghindari situasi buruk ini. Salah satu buktinya adalah dengan membuka kembali negaranya dari kebijakan lockdown (penguncian).

"Memang tidak mudah karena pandemi Covid-19 belum berakhir," ucapnya.

Indonesia pun kini bersiap untuk menjalani New Normal dengan melakukan transisi pembukaan PSBB pada beberapa daerah. Proses transisi ini dilakukan pada daerah-daerah yang kurvanya sudah mulai turun.

 

Meskipun begitu, Indonesia perlu berhati-hati ketika membuka kembali aktivitas sosial ekonominya. Sebab jangan sampai gelombang kedua akan datang dan justru bisa semakin memperburuk perekonomian negara.

"Ada yang gagal di tahap awal sehingga harus di-lockdown lagi seperti terjadi Beijing, Tiongkok dan Seoul di Korea Selatan. Indonesia, dengan sangat berhati-hati dan persiapan yang matang, coba mengakhiri PSBB untuk kemudian menerapkan pola atau gaya hidup baru dengan tetap berpijak pada protokol kesehatan," kata Bamsoet.

Artikel Asli