Loading...
Loading…
100.000 Tentara Rusia di Perbatasan Ukraina, Bagaimana Nasib Harga Gas di Inggris?

100.000 Tentara Rusia di Perbatasan Ukraina, Bagaimana Nasib Harga Gas di Inggris?

Ekonomi | sindonews | Kamis, 27 Januari 2022 - 08:17

LONDON - Lonjakan harga energi telah menjadi masalah di Inggris dan seluruh Eropa, tetapi ketegangan geopolitik mengancam bakal memperburuk situasi. Ketika sekitar 100.000 tentara Rusia berkumpul di perbatasan dengan Ukraina, ada kekhawatiran bahwa Vladimir Putin siap untuk memerintahkan invasi.

Melonjaknya harga gas telah menyebabkan sejumlah pemasok energi Inggris mengalami kebangkrutan dan kekurangan pasokan menjadi hal terakhir yang dihindari. Lalu pertanyaannya apakah ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina bakal mendorong harga gas Inggris ?

Tidak secara langsung. Dimana sumber pasokan Inggris sangat sedikit yang berasal dari Rusia yang tercatat hanya kurang dari 5%. Namun lain halnya dengan Uni Eropa (UE), yang mendapat sekitar setengah dari pasokan gasnya berasal dari Rusia.

Setiap upaya Rusia untuk merebut wilayah Ukraina kemungkinan akan mendorong sanksi ekonomi oleh kekuatan Barat. Sebagai respons, Rusia diperkirakan bakal menggunakan sumber daya alamnya sebagai senjata dengan memangkas pasokan gas ke Eropa.

Akibatnya biaya pengiriman akan meroket, hingga membuat kenaikan harga meluas. Di antara kemungkinan sanksi, ada pembicaraan untuk mengecualikan Rusia dari sistem pembayaran lintas batas, yang berarti bahwa negara-negara Eropa akan mengalami kesulitan untuk membeli gas Rusia.

Baca Juga :
Sinyal Rusia Invasi Ukraina Menguat, 100 Ribu Tentara Siaga

Jadi Dari Mana Inggris Mendapatkan Gasnya?

Sekitar setengah dari pasokan gas Inggris berasal dari domestik, yakni dari Laut Utara. Inggris telah menjadi produsen gas besar sejak pertengahan 1960-an, tetapi produksinya terus turun sejak tahun 2000 seiring dengan penggunaan terus meningkat.

Lalu sepertiga gas Inggris datang melalui pipa dari Norwegia. Sisanya hampir seluruhnya terdiri dari impor gas alam cair (LNG), yang tiba di Inggris melalui jalur laut dari negara-negara seperti Qatar, AS (Amerika Serikat) dan bahkan Trinidad serta Tobago.

Sejumlah kecil gas asal Rusia yang mendarat di Inggris datang dalam bentuk LNG. Pasokan LNG sangat sensitif terhadap harga pasar global dan dijual kepada siapa pun yang membayar paling banyak, dengan China menjadi salah satu penawar paling tajam.

Apakah Inggris Kekurangan Gas?

Pemerintah mengatakan, krisis energi Inggris disebabkan oleh tingginya harga gas global, bukan pasokan. Diterangkan Inggris mempunyai pemasok gas yang sangat beragam dan diklaim aman.

Baca Juga :
Inggris Kirim 350 Tentara Baru ke Polandia di Tengah Krisis Rusia

Namun kondisi tersebut bisa berubah cukup cepat jika gas Rusia menjadi langka, menyebabkan efek knock-on karena negara-negara lain scrabble untuk pasokan alternatif. Permintaan gas meningkat di seluruh Eropa dan beberapa memperkirakan Inggris berada dalam antrian berikutnya.

Terlebih lagi, Inggris memiliki sedikit fasilitas penyimpanan. Ini semakin memicu adanya "model just-in-time", yang berarti lebih dipengaruhi oleh fluktuasi harga jangka pendek di pasar gas grosir.

Pemerintah menekankan, bakal mempersiapkan antisipaso. Dimana jika diperlukan bakal memberlakukan langkah-langkah darurat, seperti memerintahkan pelanggan industri besar untuk sementara berhenti menggunakan gas. Tetapi faktor terbesar cuaca berada di luar kendalinya. Harapan terbaik Ialah menghindari masalah pada sisa musim dingin.

Mengapa Muncul Ancaman Kekurangan Gas?

Badai energi hebat terjadi selama 2021. Musim dingin di seluruh dunia membuat permintaan gas meningkat, menguras pasokan. Cadangan tersebut biasanya akan diisi ulang selama musim panas. Tetapi output turun karena banyak produsen utama memilih menunda selama lockdown.

Sementara itu cuaca yang tenang mengurangi jumlah listrik yang dihasilkan oleh tenaga angin. Akibatnya, harga gas telah meningkat lebih dari empat kali lipat selama setahun terakhir.

Inggris menjadi salah satu yang mendapatkan tekanan besar karena mereka merupakan salah satu pengguna gas alam terbesar di Eropa. Dimana 85% rumah menggunakan pemanas sentral gas, sementara gas juga menghasilkan sepertiga dari listrik mereka.

Apa pun yang terjadi, para ekonom mengatakan harga gas tidak mungkin turun sebelum fasilitas penyimpanan terisi lagi dan itu tidak mungkin terjadi sampai musim semi. Kenaikan harga energi telah berkontribusi kepada makin mahalnya biaya hidup di Inggris, peningkatan ini belum pernah terjadi dalam 30 tahun terakhir.

Krisis tagihan energi, bersama dengan melonjaknya biaya makanan, mendorong inflasi menjadi 5,4% dalam 12 bulan hingga Desember, naik dari 5,1% sebulan sebelumnya untuk menjadi tekanan lainnya. Terakhir kali inflasi lebih tinggi terjadi pada bulan Maret 1992, ketika itu 7,1%.

Sektor Bisnis juga merasakan hantaman, dimana lima kelompok bisnis menulis surat kepada Kanselir Rishi Sunak meminta dukungan untuk perusahaan dengan adanya subsidi biaya energi.

Baca Juga :
Rusia Dapat Menginvasi Ukraina dalam Beberapa Hari atau Pekan ke Depan

Apakah Harga Gas Naik di Eropa?

Kenaikan harga gas telah dirasakan di seluruh Eropa. Beberapa menilai Brexit membuat Inggris berada pada posisi yang kurang menguntungkan untuk mendapatkan kesepakatan terbaik.

Ketika berada di Uni Eropa, Inggris adalah bagian dari Pasar Energi Internal yang dapat memungkinkan mengakses listrik dengan lebih lancar dan dengan biaya lebih rendah. Negara-negara yang sangat bergantung pada gas impor, seperti Italia dan Spanyol, telah sangat terpukul.

Batas harga tagihan gas Inggris sampai sekarang biasanya lebih rendah dari rata-rata UE. Tetapi kenaikan harga datang mengiringi masalah ekonomi lainnya seperti kekurangan tenaga kerja dan kenaikan harga pangan, yang membuat biaya hidup semakin mahal.

Original Source

Topik Menarik